oleh

Kadisdik Binjai : Mengajar Sistem Daring, Bila Melanggar Sekolah Kena Sanksi

Lintas Sumut| Binjai –

Kota Binjai masuk dalam kategori zona merah penyebaran Covid-19. Proses belajar-mengajar pun diterapkan dengan sistem daring. Pemerintah kota Binjai meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Guru Mengajar (Sigum) untuk memudahkan siswa dan guru melakukan proses belajar-mengajar melalui daring atau online, pada hari Selasa (4/8) sekitar pukul 09.10 Wib.

Namum, belajar melalui daring atau online terkendala dengan kemampuan siswa membeli paket internet, selain itu tidak semua siswa juga memiliki HP Android.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Binjai Sri Ulina Ginting mengatakan untuk mengatasi siswa yang tidak memiliki paket data, Sekolah dapat mengunakan dana Bantuan Oprasional Sekolah (BOS) untuk pembelian paket data siswa.

“Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 19 tahun 2020 tentang perubahan Juknis nomor 8 tahun 2020 diterangkan bahwa selama masa penetapan darurat covid-19 yang ditetapkan oleh pemerintah pusat, sekolah dapat menggunakan dana Bos reguler dengan ketentuan untuk pembelian pulsa paket data layanan pendidikan daring berbayar bagi pendidik dan peserta didik dalam rangka pelaksanaan belajar dari rumah”, ucapnya.

Baca Juga :  BNCT Salurkan Delapan Sapi dan Tiga Kambing Kurban untuk Masyarakat Sekitar Pelabuhan Belawan

Selanjutnya, Sri Ulina menjelaskan bagi orang tua yang tidak memiliki android, guru akan mengunjungi siswa untuk melakulan proses belajar mengajar atau sebaliknya siswa yang mendatangi sekolah dengan pembatasan jumlah. Namun, tetap menerapkan protokol kesehatan.

Dinas Pendidikan akan tetap mengkontrol siswa dalam proses belajar. “Kami di minta Gubernur untuk melakukan evaluasi dan monitoring, jadi benar-benar kami kontrol apakah benar memang sisiswa tidak memiliki akses internet atau tidak memiliki android. Karena, prosedur pembelajaran secara tatap muka hanya boleh dilaksanakan di daerah yang masih zona hijau itupun waktunya dipercepat tapi kalau zona merah tidak ada toleransi untuk tatap muka”, pungkasnya.

Baca Juga :  Suhendra alias Acong : "Doa Anak Yatim Dapat Menembus Langit"

Hal senada juga disampaikan dr. Sugianto dengan adanya peningkatan yang sporadis maka Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Binjai belum memberikan rekomendasi dibukanya sekolah dengan tatap muka.

Kota Binjai sampai saat ini masih terus mengalami peningkatan terkonfirmasi maupun kasus Suspek.

“Bisa kami jelaskan di sini bahwa kasus terkonfirmasi di Kota Binjai berjumlah 69 orang yang terdiri dari pasien yang masih di rawat saat ini sebanyak 28 orang sedangkan pasien sembuh ada 38 orang dan yang meninggal sampai saat ini ada 8 orang”, katanya dr. Sugianto.(Rahmad)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Komentar