Lintas Sumut |Pematangsiantar
Ardy masyarakat sumut menyatakan duka mendalam atas meninggalnya Jaka Jannes Malau, korban pengeroyokan di taman bunga, Ia mendesak Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto segera mengatensi penuh kasus ini.
Ardy juga meminta Kapolri dan Kapolda Sumut mengevaluasi kinerja Kapolres Pematang Siantar AKBP Sah Udur Togi Marito Sitinjak, S.H.,S.I.K, karena lambannya penanganan kasus yang berujung hilangnya nyawa warga.
“Ini bukan lagi kasus pengeroyokan biasa. Ini sudah jadi kasus kematian. Nyawa melayang, tapi proses hukumnya tak transparan meminta diduga aktor intelektual harus di proses. Wajar publik bertanya: ada apa dengan Polres Pematang Siantar?” tegas Ardy, Senin (22/6).
Menurut Ardy, ada 3 kejanggalan yang jadi dasar permintaan evaluasi:
1. Penanganan lambat : Dari kejadian hingga korban meninggal, penetapan tersangka dinilai tidak progresif.
2. Transparansi minim : Keluarga korban dan publik tidak mendapat update jelas soal perkembangan penyidikan.
3. Keadilan terancam : Jika pelaku utama belum ditangkap, ini mencederai rasa keadilan dan bikin trauma sosial melebar.
Karena itu Ardy mendesak Kapolda Sumut mengmbil alih supervisi & gelar perkara khusus kasus pengeroyokan Jaka Malau di Ditreskrimum Polda Sumut.
Tangkap, tahan, adili semua pelaku tanpa tebang pilih. Korban sudah meninggal, tidak ada alasan lagi untuk ragu serta evaluasi menyeluruh Kapolres Pematang Siantar. Jika terbukti abai, copot dan ganti pejabat yang punya komitmen tegakkan hukum.
“Kapolres itu perpanjangan tangan Kapolda di daerah. Kalau kasus sampai makan korban jiwa tapi penanganannya seperti ini, berarti ada yang salah di sistem komandonya. Evaluasi itu bentuk tanggung jawab, bukan kriminalisasi,” lanjut Ardy.
Ardy memberi tenggat 3×24 jam kepada Polda Sumut untuk menunjukkan langkah konkret. Jika tidak, ia bersama elemen masyarakat akan menggelar aksi damai menuntut keadilan untuk almarhum Jaka Malau.
“Jaka Malau sudah tidak bisa bicara. Tugas kitalah yang bersuara agar kematiannya tidak sia-sia,” tutup Ardy. (Ilham)












Komentar