Menurut Rippy, kekurangan alat rapid test menjadi alasan pihak RSUD HAMS tidak melayaninya. Hal itu semakin membuatnya merasa kecewa.
“Karena ada himbauan dari Pemkab, saya ingin cek kesehatan, disuruh datang sabtu jam 9 pagi sama Direktur, bukan dilayani malah di bola-bola”, ketus Rippy.
Kemudian, pembina organisasi Aku Muda ini kembali menghubungi dr Edy Iskandar, tetapi saat dihubungi melalui via telepon, nomor handphone Dirut RSU-HAMS Kisaran itu tidak aktif.
“Saya sangat kecewa atas sikap Direktur dan pelayanan RSUD HAMS Kisaran, selama 1 jam saya menunggu. Alasannya, mereka kekurangan alat rapid test tapi kenapa saya disuruh datang dan masyarakat dihimbau untuk cek kesehatan ke puskesmas atau rumah sakit, artinya dalam hal ini antara perawat, direktur dan gugus tugas tak saling berkoordinasi”, ungkap Rippy Hamdani.
Sementara Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Asahan, Rahmad Hidayat Siregar membantah dan menjelaskan bahwa akan dilakukan pemeriksaan secara khusus kepada Rippy, karena saat ini masih dilakukan pemeriksaan terhadap warga disekitar Almarhum Anggota DPRD Sumut dan warga disekitar rumah salah seorang Kepala Dinas yang dinyatakan Pasien Dalam Pengawasan (PDP).







Komentar