Lintas Sumut | Asahan –
Diduga warga yang sudah meninggal mendapat bantuan imbas Covid 19, sejumlah warga protes di Kantor Lurah Sentang, Kec. Kisaran Timur, Selasa (2/6).
Warga memprotes adanya warga Lk III berinisial YG (45) mendapat bantuan. Mereka menuding hal ini diakibatkan tidak profesionalan aparatur pemerintah di kelurahan.
Hal itu diungkapkan Adek (43) warga Kisaran menuding pemerintah memberikan data tidak valid dan asal jadi hingga orang yang meninggal dunia masih mendapat bantuan imbas Covid 19 dari Kemensos pusat sedangkan warga yang masih hidup dan layak tidak mendapatkan. “Hal ini tak boleh dibiarkan, kita minta pihak Pemkab Asahan dan kepolisian mengusut dugaan pemalsuan data ini”, kata Adek.
Amatan media warga yang terdiri dari emak – emak sempat menggeruduk kantor Lurah dengan nada tinggi dan meminta keadilan dari Pemkab Asahan dan meminta pembagian bantuan dampak kopit harus transparan dan merata.
Warga juga sempat menuturkan pengambilan dana orang yang meninggal dunia itu sempat diwakilkan pemberiannya oleh kantor Pos melalui kerabat penerima bantuan (YG).
Warga minta Bupati Asahan mendata ulang perealisasian dampak Covid-19 dan berhaji akan melakukan aksi protes kembali jika Pemkab Asahan tidak meluruskan situasi itu.
Sementara itu, A.Panjaitan selaku lurah Sentang ketika dikonfirmasi mengatakan telah memberikan data yang benar dan valid.
“Tidak ada niat kami memberikan bantuan kepada orang yang telah meninggal dunia, ada empat jenis bantuan yang diberikan pemerintah terkait imbas Covid-19 kelurahan Sentan mengusulkan 600 KK yang teralisasi sebanyak 200 KK lebih”, ucap Lurah.
Secara terpisah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Pemkab Asahan Rahmad Hidayat Siregar ketika dihubungi selularnya tidak mengangkat. (ZN).












Komentar