oleh

Sakit Hati Dikatai “Ayah Pelit”, Itu Motif Dua Bocah Dibunuh Ayah Tirinya

TKP kedua, sebelah rumah, tepatnya di paret dekat Sekolah Global Prima kawasan Jalan Brigjen Katamso. Tersangka memperagakan 17 adegan.

“Pada hari Jumat (19/6) ibu korban mengantar kedua orang anaknya ke rumah neneknya. Kemudian yang bersangkutan berangkat kerja. Kemudian malam sekitar jam 20.00 WIB, anak-anak ini pulang ke rumah kemudian nonton tv dengan bapak tirinya,” ujar Kombes Pol Riko.

“Setelah itu si anak minta kepada bapaknya untuk beli ice cream. Tapi bapaknya bilang enggak punya uang. Ini baru pengakuan awal dari tersangka ya,” sambungnya.

Baca Juga :  Pengurus DP MUI Simalungun Masa Bhakti 2026‑2031 Dikukuhkan, Bupati Simalungun Ajak MUI Jaga Kerukunan Umat

Lanjut Riko, kemudian tersangka menjawab tidak punya uang. Kemudian anak-anaknya bilang bapaknya pelit. “Kemudian anak-anak akan bilang kepada ibunya untuk mencari bapak baru, itu keterangan awal dari tersangka. Untuk sementara akan kita dalami motifnya,” ucap Riko lagi.

Baca Juga :  1xbet apk Algérie télécharger : guide complet, bonus de bienvenue et sécurité

Pengakuan tersangka, tersangka Rahmadsyah mengaku memegang kedua tengkuk anak-anak tersebut.

“Kedua anak ini dipegang tengkuknya, kemudian kepalanya dibenturkan. Setelah dibenturkan, si anak-anak ini jatuh, kemudian satu-satu dibenturkan ke lantai dan dinding sebanyak masing-masing empat sampai lima kali,” ucap Riko.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
100 %
Surprise
Surprise
0 %

Komentar