oleh

PT Agincourt Resources Bangun Taman Ecobrick dari 10.000 Botol Plastik, Libatkan Masyarakat Jaga Lingkungan

Lintassumut.com, Tapsel | Komitmen terhadap pelestarian lingkungan terus diwujudkan PT Agincourt Resources (PTAR) dengan melibatkan masyarakat dalam pengelolaan sampah plastik. Sebanyak 10.000 botol ecobrick hasil partisipasi warga kini disulap menjadi Taman Ecobrick di kawasan Sopo Daganak, Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Selasa (30/6/2026).

Program yang menjadi penutup rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 tersebut berhasil mengurangi sekitar 2,5 ton sampah plastik sekaligus mendorong lahirnya budaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Direktur Bank Sampah Yamantab, Damai Mendrofa, mengatakan capaian 10.000 ecobrick merupakan bukti nyata meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga melalui Program Ecobrick “Dari Hati Untuk Bumi” yang digagas PTAR sejak 2025.

“Dulu plastik rumah tangga dibuang begitu saja. Sekarang masyarakat menyimpannya, memilahnya, lalu mengisinya menjadi ecobrick hingga akhirnya menjadi taman yang bisa dinikmati bersama,” ujarnya saat peresmian.

Baca Juga :  Arus Petikemas BNCT Capai 59.918 TEUs pada Mei 2026

Selain menjadi ruang terbuka hijau, ribuan ecobrick tersebut juga dimanfaatkan sebagai penanda visual (signage) di kawasan Martabe Cocoa dan Martabe Farm, program pemberdayaan ekonomi lokal PTAR.

Program ini melibatkan Bank Sampah Yamantab bersama empat bank sampah lokal lainnya, yakni Gocap, Satahi, Naposo Hamubaon, dan Rap Hita Paias.

Senior Manager Corporate Communications PT Agincourt Resources, Katarina Siburian Hardono, mengatakan Taman Ecobrick menjadi simbol penerapan ekonomi sirkular yang dibangun bersama masyarakat.

“Taman Ecobrick bukan sekadar hasil pengelolaan sampah plastik, tetapi bukti bahwa perubahan dapat dimulai dari langkah sederhana yang dilakukan bersama. Keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari jumlah ecobrick yang terkumpul, tetapi juga dari tumbuhnya kebiasaan masyarakat mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan,” katanya.

Tak hanya mengelola sampah, PTAR juga melibatkan masyarakat dalam pengawasan lingkungan. Sebanyak 14 anggota SMART Patrol, termasuk mantan pemburu dan penebang liar, kini rutin berpatroli di kawasan konservasi Aek Pahu dan Ulu Ala untuk memantau satwa liar, aktivitas pembalakan maupun perambahan hutan.

Baca Juga :  Kantor Imigrasi Belawan Gelar Tausyah dan Bakti Sosial

Di sisi lain, pengawasan kualitas air Sungai Batang Toru juga dilakukan bersama perwakilan masyarakat desa lingkar tambang. Sampel air diambil setiap bulan dan diuji di laboratorium independen, kemudian hasilnya diumumkan kepada masyarakat setiap tiga bulan sebagai bentuk transparansi.

Sebagai bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, PTAR juga menggelar Aksi Bersih Konservasi Mangrove Lestari serta pelatihan pembuatan terumbu karang artifisial di Kabupaten Tapanuli Tengah yang melibatkan masyarakat dan karyawan. (Ded)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Komentar