LINTASSUMUT.COM, TAPTENG — Pernyataan PT PLN Indonesia Power terkait kebakaran di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Labuhan Angin, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, menuai sorotan tajam publik. Insiden yang terjadi pada Kamis malam, 8 Mei 2024 pukul 21.40 WIB, disebut akibat sambaran petir, namun keterangan ini dinilai tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
Dalam siaran pers, Sekretaris Perusahaan PLN Indonesia Power, Agung Siswanto, menyebut ledakan dipicu oleh sambaran petir berintensitas tinggi yang menyebabkan kebakaran lokal di salah satu fasilitas. Ia menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa, dan api berhasil dipadamkan dalam waktu kurang dari dua jam.
Namun, pernyataan tersebut langsung dibantah oleh masyarakat dan sejumlah saksi mata. Dalam video amatir yang viral di media sosial, terlihat kobaran api dan asap tebal sudah membumbung sebelum hujan turun dan petir menyambar wilayah tersebut.
“Kami berada di tepi pantai saat itu. Api sudah besar dan terdengar ledakan keras dari arah PLTU sebelum petir datang,” ujar seorang warga Mela I, Tapian Nauli.
Kondisi ini memunculkan dugaan bahwa informasi yang disampaikan PLN Indonesia Power tidak akurat, bahkan terkesan menutupi penyebab sebenarnya.
Anggota Komisi XII DPR RI, Yulian Gunhar, menilai narasi sambaran petir terlalu dangkal dan tidak dapat diterima begitu saja, mengingat PLTU merupakan objek vital nasional yang seharusnya memiliki sistem pengamanan berlapis.
“Ini bukan peristiwa biasa. Ini menyangkut integritas pengelolaan fasilitas strategis negara. Pemeriksaan harus menyeluruh, mulai dari SOP, K3, hingga validitas dokumen operasional,” tegas Gunhar, Sabtu (10/5/2025).
Gunhar juga mengecam bila kejadian ini diredam dengan alasan cuaca. “Masak iya objek vital negara bisa semudah itu terbakar hanya karena cuaca ekstrem? Jangan sampai terulang seperti kilang Pertamina,” ujarnya.
Komisi XII DPR RI memastikan akan memanggil manajemen PLTU Labuhan Angin dan PT PLN Indonesia Power untuk dimintai klarifikasi di Gedung DPR RI.
Sementara itu, Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan telah menurunkan tim inspektur ke lokasi kejadian untuk melakukan investigasi menyeluruh.
“Tim kami tengah bekerja untuk mengidentifikasi penyebab pasti kebakaran dan menyusun langkah pencegahan agar tidak terulang,” kata Dirjen Ketenagalistrikan, Jisman Hutajulu.
Meski pihak PLN tetap pada pernyataan awal bahwa kebakaran kemungkinan besar disebabkan sambaran petir, publik semakin meragukan keabsahan informasi tersebut. Warganet di media sosial mempertanyakan mengapa api muncul saat cuaca masih cerah dan ledakan terdengar sebelum hujan turun.
“Katanya gara-gara petir, tapi waktu kejadian langit cerah. Heran aja, petirnya dari mana?” tulis akun Facebook Eman Samawuka.
Saat ini, investigasi masih berlangsung di bawah koordinasi Polres Tapanuli Tengah dan Tim Pusat PLN Indonesia Power. Publik menunggu hasil penyelidikan resmi yang objektif, transparan, dan bertanggung jawab.(ded)












Komentar