oleh

Warga Desa Perbangunan Datangi Kantor DPRD Untuk Dukung Pemkab Asahan Bongkar Kecurangan Pilkades

Lintas Sumut | Asahan – Ratusan massa dari Desa Perbangunan, Kecamatan Seikepayang mendatangi kantor DPRD Asahan dan menyampaikan berbagai kecurangan yang terjadi di Pemilihan Kepala Desa (Pikades) Perbangunan pada 18 Desember 2019 lalu, kedatangan, Jumat (28/2).

Massa meminta untuk bertemu dengan Komisi A DPRD Asahan. Francis Pasaribu salah satu peserta aksi menilai keputusan Bupati Asahan membatalkan hasil Pilkades Perbangunan sudah tepat.

Menurutnya ada berbagai kecurangan yang dilakukan panitia, sehingga membuat warga menolak hasil Pilkades tersebut. “Kami meminta agar Pilkades di Desa Perbangunan adil dan jujur. Masyarakat Desa Perbangunan merasa panitia Pilkades bertindak tidak adil,” ucapnya.

lanjutnya, berbagai kecurangan telah dilaporkan ke Tim Tujuh (Tim Sengketa Pilkades) yang bertugas menerima laporan kecurangan hasil Pilkades lalu. Salah satunya yaitu panitia ada tiga kali membuka tempat pemungutan suara (TPS). Padahal batas waktu pencoblosan berakhir pada pukul 14.00 WIB sesuai dengan ketetapkan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Asahan.

Baca Juga :  Bocah Tenggelam di Danau Toba Ditemukan Mengapung

“Adanya kecurangan, maka kami dari masyarakat membuat keberatan ke Tim Sengketa Pilkades Asahan atas keberatan kami. Dan tim tujuh, sudah mengeluarkan keputusan dan mengabulkan laporan kami. Kami mendukung surat keputusan Bupati,” tegas Francis.

Hal lain dikatakan Supardi Bangun yang juga peserta aksi bahwa saat Pilkades berlangsung di Desa mereka, ia mendapati ada beberapa warga yang menggunakan hak suaranya lebih dari satu kali. Seharusnya panitia tegas melarang perbuatan tersebut, namun justru membiarkan beberapa warga tetap bisa kembali mencoblos.

“Saya melihat ada warga Dusun II yang menggunakan hak pilihnya 2 kali. Jadi kami minta kecurangan harus dihapuskan dari Desa Perbangunan,” kata Supardi.

Keinginan massa bertemu dengan komisi A DPRD Asahan tak terealisasi, karena sejak Kamis (27/2) kemarin seluruh anggota Komisi melakukan kunjungan kerja ke Biro Hukum, Pemprov Sumut di Medan.

Baca Juga :  Peresmian Kantor DPD PPMA Asahan, Hermansyah Manurung Janji Bentuk 25 PAC Dalam 100 Hari Kerja

Akhirnya untuk menenangkan massa, Ilham Sarjana anggota DPRD Asahan dari komisi berbeda yang menemui massa meminta dilakukan dialog dengan perwakilan Desa Perbangunan sebanyak 10 orang. Hasil dari dialog itu akan disampaikan kepada komisi A DPRD Asahan.

Sementara itu, pada Senin (24/2) lalu massa dari Desa Perbangunan yang mendukung Kades terpilih, Arinton Sihotang menuntut agar pilihan mereka segera dilantik. Menurut massa yang pro terhadap Arinton, Pemkab Asahan tidak memiliki alasan membatalkan hasil Pilkades Perbangunan, karena Arinton memeroleh suara tertinggi dari pesaing dibawahnya Hotber Situmorang, dengan selisih 136 suara atau lebih dari 2 persen. Adapun total suara sah pada Pilkades Perbangunan yaitu 2.031 suara. Sehingga laporan dari pesaingnya ke Tim Tujuh (Tim Sengketa Pilkades) dinilai tak memiliki dasar hukum. (Abib)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Komentar

News Feed