Pelaku Tatoan
Kepala Lingkungan (Kepling) X, Kelurahan Sei Mati, Safrizal (57), menyebut jika pelaku, Rahmadsyah baru sebulan tinggal di seputaran lokasi kejadian.

“Kejadiannya sekitar sini, jam 08.00 Wib, ramai warga di sini. Yang meninggal itu dua bocah, warga tahu tadi karena ibunya mencarinya jam 08.00 Wib. Si ibu atau istri pelaku ini mendapat pesan Hp, kedua anak itu sudah dibunuh di areal sekolah, tempat dia (Rahmadsyah) bekerja sebagai buruh bangunan”, lanjutnya.
Anak pertama ditemukan, di sekitar lorong bangunan bawah jam 09.00 Wib dan anak kedua jam 10.00 Wib.
Setelah korban pertama ditemukan, istrinya menghubungi kembali suaminya, di mana anak yang satu lagi ditempatkan. Dia katakan di dalam parit sekitar lorong itu juga dan jasad anak itu dapat sekitar 10.00 Wib.
“Ayah tiri anak itu baru tinggal sebulan. Dia itu sedang kerja bangunan. Mungkin belum dapat duit, kesal sama anak tirinya yang minta belikan es krim, lalu bunuh anaknya”, ujarnya.
Setelah itu, pelaku kabur dan saat ini sedang dicari polisi. Ciri-ciri pelaku tubuhnya bertato. “Kalau memang dia itu ya, dia itu bertato”, katanya. (MS/Red)







Komentar