oleh

Pembunuhan Dua Bocah Oleh Ayah Tirinya Di Medan, Terungkap Melalui Pesan Facebook

Pelaku Tatoan

Kepala Lingkungan (Kepling) X, Kelurahan Sei Mati, Safrizal (57), menyebut jika pelaku, Rahmadsyah baru sebulan tinggal di seputaran lokasi kejadian.

Ket gbr : Pelaku (Ayah Tiri Korban).

“Kejadiannya sekitar sini, jam 08.00 Wib, ramai warga di sini. Yang meninggal itu dua bocah, warga tahu tadi karena ibunya mencarinya jam 08.00 Wib. Si ibu atau istri pelaku ini mendapat pesan Hp, kedua anak itu sudah dibunuh di areal sekolah, tempat dia (Rahmadsyah) bekerja sebagai buruh bangunan”, lanjutnya.

Baca Juga :  Menteri Pariwisata RI Kunjungi Simalungun, Dorong Percepatan Pengembangan Destinasi Parapat Danau Toba

Anak pertama ditemukan, di sekitar lorong bangunan bawah jam 09.00 Wib dan anak kedua jam 10.00 Wib.

Setelah korban pertama ditemukan, istrinya menghubungi kembali suaminya, di mana anak yang satu lagi ditempatkan. Dia katakan di dalam parit sekitar lorong itu juga dan jasad anak itu dapat sekitar 10.00 Wib.

“Ayah tiri anak itu baru tinggal sebulan. Dia itu sedang kerja bangunan. Mungkin belum dapat duit, kesal sama anak tirinya yang minta belikan es krim, lalu bunuh anaknya”, ujarnya.

Baca Juga :  Aktivis Simalungun Akan Melakukan Aksi Didepan Kantor Kakanwil Menuntut Pencoptan Kakan Kemenag Simalungun Dugaan Pungli dan Pembiaran di Kantor Urusan Agama Bosar Maligas

Setelah itu, pelaku kabur dan saat ini sedang dicari polisi. Ciri-ciri pelaku tubuhnya bertato. “Kalau memang dia itu ya, dia itu bertato”, katanya. (MS/Red)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Komentar