oleh

Korupsi Merajalela di Simalungun, APARA Tantang Kejari Bertindak!

Lintas Sumut |Simalungun 

Korupsi Merajalela di Simalungun, APARA Tantang Kejari Bertindak!
, -Simalungun (16/12/2024). Aksi unjuk rasa kembali digelar oleh Aliansi Pemuda Sumatera Utara (APARA) di depan Kantor Kejaksaan Negeri Simalungun, Senin (16/12/2024). Dipimpin Ahmad Fauzi, aksi ini menjadi yang kesekian kalinya, sebagai bentuk kekecewaan terhadap kinerja Kejaksaan Negeri Simalungun dalam menangani laporan dugaan tindak pidana korupsi.

“Ini bukan aksi pertama kami. Kejaksaan Negeri Simalungun terlihat lamban dan tidak transparan dalam merespons laporan masyarakat. Jika tidak mampu bekerja dengan baik, lebih baik mundur daripada membiarkan kasus korupsi terus menggantung,” ujar Ahmad Fauzi di tengah massa aksi.
Korupsi Merajalela di Simalungun, APARA Tantang Kejari Bertindak!

-Simalungun (16/12/2024). Aksi unjuk rasa kembali digelar oleh Aliansi Pemuda Sumatera Utara (APARA) di depan Kantor Kejaksaan Negeri Simalungun, Senin (16/12/2024). Dipimpin Ahmad Fauzi, aksi ini menjadi yang kesekian kalinya, sebagai bentuk kekecewaan terhadap kinerja Kejaksaan Negeri Simalungun dalam menangani laporan dugaan tindak pidana korupsi.

“Ini bukan aksi pertama kami. Kejaksaan Negeri Simalungun terlihat lamban dan tidak transparan dalam merespons laporan masyarakat. Jika tidak mampu bekerja dengan baik, lebih baik mundur daripada membiarkan kasus korupsi terus menggantung,” ujar Ahmad Fauzi di tengah massa aksi.

Baca Juga :  Peringati Hari Bumi, PLN IP UBP Labuhan Angin Gaungkan “Our Power, Our Planet” Lewat Aksi Hijau

dugaan praktik korupsi di Kabupaten Simalungun yang dianggap semakin mengkhawatirkan. Mereka juga mempertanyakan komitmen Kejaksaan Negeri Simalungun, di bawah kepemimpinan Irfan Hergianto, SH, MH, dalam menuntaskan laporan masyarakat. “Kami menunggu tindakan nyata, bukan janji yang tak kunjung ditepati,” tambah Fauzi.

Dugaan Kasus yang Tidak Diusut

APARA menuntut penjelasan atas lambannya penanganan sejumlah laporan dugaan korupsi, di antaranya:

1. Program Pengadaan Baju “Marharoan Bolon”

Terlapor: Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagori, Sarimuda Purba.

Laporan diserahkan melalui Kejati Sumut pada Juli 2024.

2. Rekonstruksi Jalan oleh Dinas PUPR Tahun Anggaran 2023

Terlapor: Kepala Dinas PUPR, Hotbinson Damanik.

Laporan diterima Kejari pada Agustus 2024.

3. Pengadaan Bendera dan Tiang Bendera untuk SD se-Kabupaten Simalungun

Terlapor: Kepala Dinas Pendidikan, Sudiahman Saragih.

Laporan dilayangkan pada September 2024.

“Nama-nama pejabat ini sudah jelas ada dalam laporan kami. Tapi apakah mereka sudah diperiksa? Tidak ada transparansi! Ini seperti membiarkan hukum berjalan di tempat,” tegas Fauzi.

Baca Juga :  Pemkab Tapteng dan WVI Mulai Bangun Jaringan Air Bersih di Tapian Nauli, Fokus Pemulihan Pascabencana

Tuntutan Keras

Dalam aksi tersebut, massa mendesak Kejaksaan Negeri Simalungun untuk:

1. Memeriksa dan menangkap para terlapor, termasuk Sarimuda Purba, Hotbinson Damanik, dan Sudiahman Saragih.

2. Mencopot Irfan Hergianto, SH, MH, dari jabatan Kepala Kejaksaan Negeri Simalungun jika tidak mampu mempercepat penyelesaian kasus-kasus korupsi.

3. Membersihkan jajaran Kejari Simalungun dari pihak-pihak yang diduga menghambat pengungkapan kasus.

Ahmad Fauzi juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan laporan ini. “Kami hanya ingin keadilan ditegakkan, bukan sekadar formalitas. Kejaksaan harus menunjukkan integritas dan keberpihakan pada masyarakat, bukan malah memperlambat proses hukum,” katanya.

Seruan Tindakan Nyata

APARA memberikan waktu kepada Kejaksaan Negeri Simalungun untuk menunjukkan langkah konkret dalam penanganan kasus ini. Jika tidak, mereka berencana menggelar aksi yang lebih besar dengan melibatkan elemen masyarakat lainnya.

 

“Jika hukum tidak ditegakkan, masyarakat akan semakin kehilangan kepercayaan. Kami tidak akan diam sampai keadilan ditegakkan dan dugaan korupsi ini diselesaikan!” tutup Fauzi.(Ilham)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Komentar