LINTASSUMUT.COM, Tapanuli Tengah |
Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, SH, MH, menegaskan bahwa dalam membantu masyarakat, pemerintah tidak boleh setengah hati. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Kick Off Penanaman Perdana Padi Varietas Gamagora 7, di lahan pertanian Desa Sorkam Kanan, Kecamatan Sorkam Barat, Rabu (15/10/2025).
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah dan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sibolga, dalam mendukung program Astacita menuju swasembada pangan nasional yang menjadi bagian dari visi besar Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045.
“Saya tidak mau pembangunan itu asal jadi. Semua harus terintegrasi, mulai dari irigasi hingga tata kelola hasil pertanian. Karena membantu masyarakat tidak boleh ecek-ecek,” tegas Bupati Masinton.
Masinton juga menekankan bahwa masa depan ekonomi Tapanuli Tengah ada pada sektor pertanian. Pemerintah, katanya, tengah menyiapkan program pencetakan 100 hektar lahan pertanian di setiap kecamatan, sekaligus memfasilitasi kebutuhan petani di lapangan.
Ia juga menyinggung soal pengawasan distribusi pupuk bersubsidi.
“Kalau ada mafia pupuk yang bermain, akan kita laporkan untuk ditindak sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya tegas.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Sibolga, Riza Putera, menjelaskan bahwa varietas Gamagora 7 merupakan jenis padi yang cocok untuk lahan sawah dengan keterbatasan air. Varietas ini telah sukses dikembangkan di Lombok dengan hasil panen yang meningkat signifikan.
“Kami berharap Gamagora 7 juga bisa menjadi solusi bagi petani di Tapanuli Tengah untuk meningkatkan produktivitas,” kata Riza.
Acara ditandai dengan penanaman perdana padi Gamagora 7 oleh Bupati Masinton, Kepala BI Sibolga, dan Wakil Bupati Mahmud Efendi Lubis, serta dihadiri para pejabat OPD, penyuluh pertanian, brigade pangan, dan para petani setempat. (Ded)













Komentar