Lintassumut.com,Tapteng | Peringatan Hari Jadi ke-81 Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) tahun ini dikemas berbeda. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah tidak hanya menghadirkan kemeriahan hiburan dan kegiatan seremonial, tetapi juga membawa berbagai layanan publik langsung ke tengah masyarakat.
Mulai dari stan UMKM, pemeriksaan dan pengobatan gratis, layanan administrasi kependudukan hingga program inovatif tukar sampah dengan sembako, seluruhnya dihadirkan sebagai bentuk pelayanan jemput bola kepada masyarakat.
Kehadiran berbagai layanan tersebut mendapat antusiasme masyarakat. Warga tidak perlu datang ke kantor pemerintahan untuk mendapatkan sejumlah pelayanan, karena berbagai kebutuhan dasar administrasi dan sosial dapat diakses langsung di lokasi kegiatan.
Salah satu layanan yang menarik perhatian adalah KTP Kilat 1 Jam yang dihadirkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Tapteng. Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat mengurus dan mencetak dokumen administrasi kependudukan secara cepat di lokasi.
Selain itu, Dinas Kesehatan Tapteng membuka layanan pemeriksaan dan pengobatan gratis sebagai upaya memberikan akses kesehatan kepada masyarakat.
Dinas Lingkungan Hidup juga menghadirkan inovasi “Tukar Sampah Jadi Sembako”. Masyarakat dapat membawa sampah anorganik untuk ditukarkan dengan paket sembako. Program tersebut sekaligus menjadi edukasi agar masyarakat semakin peduli terhadap kebersihan dan pengelolaan lingkungan.
Sementara itu, pelaku UMKM lokal juga mendapat ruang untuk memasarkan berbagai produk kuliner dan usaha mereka melalui stan bazar yang disediakan pemerintah. Kehadiran stan UMKM diharapkan dapat membantu menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
Bukan Hanya Merayakan, Tapi Bangkit Bersama
Semarak Hari Jadi ke-81 Tapteng juga dimanfaatkan sebagai momentum untuk membangkitkan kembali semangat masyarakat yang terdampak bencana.
Hal tersebut disampaikan Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, saat menghadiri kegiatan hiburan musik bagi masyarakat terdampak bencana di Kelurahan Sipange, Kecamatan Tukka, Kamis (27/8/2026).
Di hadapan masyarakat, Masinton menegaskan bahwa seni dan musik bukan sekadar hiburan. Menurutnya, musik dapat menjadi media untuk memulihkan semangat, mempererat persaudaraan dan membangkitkan kembali mental masyarakat yang sempat terpukul akibat bencana.
“Melalui seni musik, kita bangkitkan kembali rasa persaudaraan kita. Melalui seni musik, kita bangunkan kembali jiwa dan mental kita yang selama ini berada dalam kesedihan,” ujar Masinton.
Ia menegaskan, kegiatan hiburan tersebut bukan berarti masyarakat melupakan bencana yang telah terjadi. Sebaliknya, proses pemulihan harus terus dilakukan secara bersama-sama.
“Tentu kita tidak melupakan peristiwa bencana. Ini menjadi tugas kita bersama, tugas Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, instansi vertikal, Forkopimda, pihak swasta dan seluruh masyarakat,” katanya.
Menurut Masinton, pemilihan lokasi kegiatan di wilayah yang terdampak bencana merupakan bentuk kehadiran pemerintah sekaligus upaya memberikan energi positif kepada masyarakat.
“Kita buat kegiatan ini di sini karena ini merupakan daerah yang terdampak bencana. Kita pastikan kita harus bangkit bersama-sama,” tegasnya.
Masinton juga mengingatkan bahwa tanah Tapanuli Tengah merupakan sumber kehidupan masyarakat. Karena itu, proses pemulihan harus terus dilakukan agar alam dan tanah Tapteng kembali memberikan kehidupan serta kesejahteraan bagi masyarakat.
Ia pun mengapresiasi para pelaku seni, komunitas musik dan generasi muda Tapanuli Tengah yang turut mengambil bagian dalam menghibur masyarakat.
“Ini adalah seni musik untuk membangkitkan jiwa dan kebersamaan kita kembali. Mari kita bangkit bersama, kita bangkitkan kembali harapan-harapan kita,” ucapnya.
Kapolres Imbau Warga Jaga Ketertiban
Sementara itu, Kapolres Tapanuli Tengah AKBP M. Alan Haikel, S.I.K., melalui personel yang melakukan pemantauan di lokasi, mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Kapolres berharap seluruh rangkaian acara dapat berjalan aman, tertib dan lancar sehingga masyarakat dapat menikmati hiburan dengan nyaman.
“Bagaimana jalannya acara pada malam hari ini bisa tertib, kita bersama-sama. Kalau kita tertib, saya yakin apa yang kita harapkan akan terwujud,” pesannya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menjaga situasi tetap kondusif selama acara.
“Pesan kami, Bapak-Ibu sekalian, mari kita bersama-sama menjaga ketertiban selama acara ini,” pungkasnya.
Semarak Hari Jadi ke-81 Kabupaten Tapanuli Tengah tersebut berlangsung meriah. Masyarakat dihibur penampilan aktris Batak Osen Hutasoit, Marsada Band serta sejumlah artis lokal Tapanuli Tengah.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa peringatan Hari Jadi ke-81 Tapteng tidak hanya tentang perayaan usia daerah, tetapi juga menjadi momentum untuk mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat, menggerakkan ekonomi lokal, menjaga lingkungan, serta menumbuhkan kembali semangat dan optimisme masyarakat pascabencana. (ps)












Komentar