Lintassumut.com, Tapteng | Tim Inkado Tapanuli Tengah (Tapteng) sukses membawa pulang empat medali dalam Kejuaraan Karate Se-Sumatera Utara Piala Bupati Karo yang digelar di Aula Milala, Kabanjahe, Kabupaten Karo, pada 2–4 Oktober 2026.
Dalam kejuaraan tersebut, atlet asal Tapteng dan Sibolga berhasil meraih satu medali emas, satu perak dan dua perunggu.
Medali emas dipersembahkan Joel Silaban, medali perak diraih Dwi Bellvania Pasaribu, sementara dua medali perunggu masing-masing diraih Ori Queensa Pasaribu dan Iren Tambunan.
Keberhasilan tersebut menjadi prestasi tersendiri bagi Tim Inkado Tapteng dan Sibolga, meski keberangkatan para atlet dilakukan secara mandiri dengan dukungan para orang tua serta donatur dan penggemar olahraga.
Rombongan atlet bertolak dari GOR Pandan pada Kamis (1/10/2026) pagi menuju Sibolga, sebelum melanjutkan perjalanan ke Kabanjahe untuk mengikuti pertandingan.
Tim tersebut mendapat pembinaan dari Ketua KONI Tapanuli Tengah sekaligus pelatih Perguruan Inkado Tapteng dan Inkado Sibolga, Thomson.
Thomson mengatakan, prestasi yang diraih para atlet menunjukkan bahwa pembinaan olahraga di daerah mampu melahirkan atlet berprestasi. Namun, menurutnya, pembinaan tersebut perlu mendapat perhatian lebih serius dari pemerintah.
“Ini adalah pembuktian dan menjadi PR bagi KONI Tapteng untuk bisa mengusulkan kepada pemerintah agar terus menjaga semangat para atlet. Yakni pentingnya pembinaan, apalagi ini jelang Porprovsu,” ujar Thomson.
Ia berharap, para atlet Tapteng dapat terus meningkatkan kemampuan sehingga mampu meraih prestasi lebih tinggi pada ajang Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu) mendatang.
“Kita berharap di Porprovsu nanti tim Tapteng bisa membawa medali dan mengharumkan nama Tapteng. Sekali lagi, terima kasih kepada orang tua yang mempercayai anaknya berlatih di dojo kami,” ucapnya.
Thomson juga menegaskan bahwa olahraga memiliki peran penting dalam menjaga generasi muda agar tetap aktif, disiplin dan memiliki ruang untuk mengembangkan potensi serta meraih prestasi.
Meski harus berangkat dengan dukungan secara mandiri, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat para atlet untuk bertanding dan mengharumkan nama Tapanuli Tengah dan Sibolga di tingkat Sumatera Utara.
(Ded)









Komentar