oleh

Ampera Tuntut Kadis Pendidikan Batubara Dicopot

Lintas Sumut l Batu Bara –

Aliansi Mahasiswa dan pemuda Batubara (Ampera) mendesak pihak penegak hukum untuk melakukan pengusutan terkait dugaan penyimpangan di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Batubara.

Selain itu massa Ampera pun meminta Bupati Batubara Ir Zahir MAP mencopot Ilyas Sitorus dari jabatan Kepala dinas pendidikan kabupaten Batubara karena diduga adanya pungutan liar sebesar Rp 5.000.000 pada UKG guru honor baru- baru ini.

Hal tersebut disampaikan Koordinator Aksi Ahmad Fatih Sultan dan Koordinator lapangan Syahnan Afriansyah saat menyerukan desakan tersebut pada orasinya di depan kantor Bupati dan DPRD Batubara, Kamis (10/09/2020).

Disebutkan Sultan, problematika dalam tatanan pemerintah hari ini amatlah kompleks yang sudah memasuki semua sendi kehidupan tatanan pemerintahan.

Hal ini disebabkan lemahnya proses pengawasan legislatif yang menyebabkan pemangku kebijakan dalam hal ini pemerintah leluasa memainkan perannya dengan memanfaatkan untuk mengambil keuntungan pribadi dan memperkaya diri sendiri.

Baca Juga :  Kapolres Simalungun Akbp Marganda Aritonang Beserta Bhayangkari Sampaikan Ucapan Selamat Hari Jadi Simalungun Ke-193

“Itu ditandai dengan dugaan merambahnya perilaku buruk korupsi kolusi dan nepotisme di dunia pendidikan khususnya di Kabupaten Batubara,” jelas Sultan.

Kemudian kata Sultan, hilangnya kearifan lokal di setiap gedung sekolah SD/ SMP dengan pengecatan sekolah berwarna putih. Selain itu, beasiswa mahasiswa diduga tidak transparan dan tidak tersalurkan pada 2019.

Selanjutnya tambah Sultan, Dana BOS afirmasi dan kinerja 2019, ada beberapa sekolah yang sampai hari ini tidak merealisasikan program bantuan Kementerian sekolah dari yang menerima sebanyak 51 SD/ SMP.

“Kami akan mengawal proses hukum yang sedang berjalan agar penegakan hukum atau supremasi hukum di Batubara benar-benar terwujud,” tegas Sultan.

Baca Juga :  Peringati Hari Jadi Simalungun ke-193, Kesenian Reog Ponorogo (KRJP-S) Gelar Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa

Terkait hal di atas, Ampera mengajukan enam tuntutan seperti mendesak Polres Batubara melakukan penyelidikan secara maraton di lingkungan Dinas Pendidikan Batubara dengan adanya dugaan pungutan kepada para guru honorer pada pelaksanaan UKG.

Selain itu, Ampera juga mendesak DPRD Batubara untuk meninjau kembali kebijakan Dinas Pendidikan Batubara yang menghilangkan ciri khas corak Melayu pada gedung sekolah SD dan SMP Se-Batubara sesuai Perda pelestarian perlindungan budaya tempatan.

Dari Pantauan dilapangan, Selain menyampaikan orasi, Pengunjuk rasa juga membawa atribut poster dan spanduk berbagai macam bertuliskan desakan meminta kepada Bupati Batubara agar kepala dinas pendidikan Batubara Ilyas Sitorus dicopot serta mereka juga meminta sejumlah tuntutan lainnya. (HS)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Komentar