LINTASSUMUT.COM,TAPTENG | Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Masinton Pasaribu menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kinerja pemerintah daerah yang dinilai belum efektif, khususnya dalam masa pemulihan pascabencana.
Masinton mengakui masih banyak kekurangan dalam pelayanan, yang berdampak pada keluhan warga, terutama terkait bantuan jaminan hidup (jadup) yang hingga kini masih menjadi sorotan.
“Ini juga kesalahan saya. Kami memohon maaf kepada seluruh masyarakat atas pelayanan pemerintah yang belum cepat, belum merata, dan belum sepenuhnya menjawab harapan, khususnya pascabencana,” ujar Masinton saat disela kegiatan Musrenbang 2026 di GOR Pandan, Selasa (14/4/2026).
Ia menegaskan, Musrenbang bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum kebangkitan daerah untuk menata pembangunan yang lebih tangguh terhadap bencana.
“Kita ingin memastikan pemulihan tidak hanya memperbaiki yang rusak, tetapi juga membangun masa depan yang lebih kuat,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Masinton juga mengungkap berbagai persoalan mendasar dalam tata kelola pemerintahan. Berdasarkan evaluasi, reformasi birokrasi di Tapteng dinilai belum optimal dan bahkan mengalami kelemahan fundamental.
Ia menyebutkan, perencanaan kinerja masih lemah, indikator tidak spesifik, serta target yang tidak realistis. Selain itu, belum tersusunnya rencana aksi reformasi birokrasi, belum optimalnya sistem pemerintahan berbasis elektronik, serta rendahnya kualitas kebijakan dan pelayanan publik.
Masinton juga menyoroti belum maksimalnya survei kepuasan masyarakat sebagai dasar evaluasi pelayanan.
“Pemerintah tidak boleh berjalan tanpa sistem, standar, dan evaluasi. Kita harus berbenah dari dasar,” ujarnya.
Ia menambahkan, perencanaan program selama ini cenderung administratif dan belum berbasis dampak nyata bagi masyarakat. Untuk itu, diperlukan perubahan pola kerja ASN menjadi lebih terukur, berdampak, dan berorientasi pada hasil.(ded)







Komentar