oleh

Update Terkini Bencana Tapteng: 86 Korban Jiwa, 104 Hilang, Akses Masih Terputus

LINTASSUMUT.COM, TAPTENG | Memasuki hari keenam pasca bencana banjir bandang dan longsor besar yang melanda sebagian besar wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), pemerintah daerah resmi menetapkan status Tanggap Darurat selama dua minggu.

Hingga Senin (1/12/2025), data sementara mencatat 86 warga meninggal dunia, 508 luka-luka, dan 104 masih dalam pencarian.

Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, mengatakan proses evakuasi masih terus dilakukan meskipun terkendala cuaca ekstrem dan kondisi medan yang sangat berat.

“Banyak titik longsor belum bisa dievakuasi karena material menimbun dan akses tertutup. Saat ini sekitar 80 personel dari Basarnas, TNI, Polri, BNPB, dan unsur terkait dikerahkan,” ujar Masinton.

Sejumlah akses utama ke Tapteng terputus total akibat jembatan roboh dan badan jalan amblas.

“Akses dari Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, dan Pakpak Bharat putus total. Jalur yang masih dapat ditembus hanya rute Subulussalam Aceh Singkil,” jelasnya.

Baca Juga :  Pentas Seni SMAN 1 Dolok Batunanggar Berjalan Sukses Tudingan Menyebut Adanya Pungli Tidak Benar Sama Sekali

Wilayah Terparah dan Jumlah Korban Per Kecamatan, yaitu, Kecamatan Tukka
27 meninggal, 505 luka-luka, 43 hilang, 788 mengungsi.

Kecamatan Pandan 21 meninggal, 2 luka-luka, 30 hilang, 1.323 mengungsi.
Kecamatan Sitahuis 18 meninggal, 0 luka-luka, 19 hilang.
Kecamatan Badiri 7 meninggal, 12 hilang, Kecamatan Sarudik 4 meninggal.
Kecamatan Tapian Nauli 1 meninggal
Kecamatan Pinangsori 2 meninggal
Kecamatan Sibabangun 2 meninggal
Kecamatan Sorkam 2 meninggal
Kecamatan Barus Utara 2 meninggal
Kecamatan Sorkam Barat 1 luka-luka dari
Total sementara di 20 kecamatan di Tapanuli Tengah 86 orang meninggal, 508 luka-luka dan 104 hilang.

Listrik Padam, Komunikasi Lumpuh, Air Bersih Krisis

Sampai saat ini wilayah Tapteng masih gelap dan aktivitas terbatas karena listrik belum pulih. Akses internet dan komunikasi terganggu parah.

Baca Juga :  Dugaan Gudang Solar Ilegal Menguat, Kasat Reskrim Sibolga Tak Beri Jawaban

“Air bersih sangat kritis karena sumber air tertimbun longsor. Kami sangat membutuhkan alat penyaring air,” tegas Bupati.

Pengungsi pasca bencana yang terdampak tersebar di setiap rumah keluarga, sekolah, rumah ibadah, fasilitas umum, dan pos penampungan. Pemerintah memperkirakan jumlah pengungsi mencapai ratusan ribu jiwa dari wilayah padat penduduk seperti Pandan, Sarudik, Sorkam, dan Tukka.

Masinton juga mengatakan bahwa bapak Presiden Prabowo Subianto telah tiba di Tapteng dan sudah meninjau posko pengungsian di GOR Pandan pada Senin (1/12), dan memastikan dukungan penuh pemerintah pusat.

“Presiden memerintahkan prioritas utama adalah keselamatan jiwa. Bantuan dan logistik akan dipercepat,” ujar Masinton. (Ded)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Komentar