LINTAS SUMUT.COM, TAPTENG | PLN memastikan bahwa pemulihan pasokan listrik di wilayah Sibolga dan Tapanuli Tengah akan berlangsung secara bertahap dalam kurun waktu 5 hingga 7 hari ke depan.
Hal tersebut disampaikan Manager PLN UP Pandan, Wan Dhaniel, pada Minggu pagi (30/11/2025).
Menurut Daniel, estimasi pemulihan ini didasarkan pada pengalaman teknis PLN dalam menangani kerusakan serupa selama ini.
“Kita perkirakan listrik akan berangsur pulih lima sampai tujuh hari ke depan,” ujarnya.
Daniel menjelaskan, akibat banjir dan longsor pada 27 November lalu, terjadi kerusakan serius pada Damside Bendungan PLTA Sipan Sihaporas, tempat penampungan air yang menjadi sumber utama energi listrik.
Saat ini lokasi tersebut dipenuhi lumpur, material longsor, batu, balok kayu, dan pasir, sehingga air tidak dapat digunakan untuk memutar turbin.
“Kondisi air sekarang masih bercampur lumpur, dan itu tidak bisa digunakan untuk menghasilkan energi,” jelasnya.
Akses menuju PLTA dan damside juga sangat sulit karena jalan menuju lokasi terputus dan tertutup longsor pada sedikitnya 27 titik dan sejumlah bagian jalan amblas.
Waktu tempuh yang biasanya 20-30 menit, kini menjadi 3-4 jam dan harus dilanjutkan dengan berjalan kaki. Sejumlah alat berat yang disiapkan PLN pun belum dapat bergerak karena terhalang material longsor.
Selain itu, Gardu Induk Aek Tolang di Pandan terendam banjir sehingga mengalami kerusakan dan sedang dalam proses pembersihan.
“(Gardu Induk) terendam, ada lumpur juga di situ dan sekarang dalam proses cleaning,” terangnya. Gardu tersebut diperkirakan kembali berfungsi dalam 5-7 hari.
PLN juga telah mendatangkan tim teknis dari PLN Indonesia Power pusat Jakarta untuk mempercepat proses pemulihan sistem kelistrikan.(Ded)







Komentar