oleh

Tempuh Dua Jam, Bupati Tapteng Kunjungi Pengungsi Korban Banjir dan Longsor di Sipange

LINTASSUMUT.COM, TAPTENG | Tempuh dua jam berjalan kaki, Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Masinton Pasaribu, SH, MH, turun langsung ke lokasi terdampak banjir bandang dan longsor di Kelurahan Sipange, Kecamatan Tukka, Senin (8/12/2025).

Dalam akses menuju wilayah tersebut tidak bisa dilalui kendaraan karena jalan tertimbun material longsor, sehingga Bupati Masinton bersama rombongan berjalan kaki sejauh sekitar 2 kilometer.

Kondisi perjalan menuju lokasi pengungsian, Masinton menyapa warga yang turut berjalan melewati kondisi masyarakat yang terdampak itu dan terlihat kondisi perbukitan yang mengalami longsor di beberapa titik.

Di sepanjang jalur menuju posko, Masinton bertemu masyarakat yang membawa hasil kebunnya, seperti durian saat dipikul warga saat berjalan. Bupati Tapteng respon langsung membeli seluruh durian tersebut.

Baca Juga :  Masinton Pimpin Upacara Hardiknas di Pandan, Tekankan Pendidikan Berbasis Nilai dan Kemanusiaan

“Kita borong semua duriannya, jangan mahal-mahal ya,” ujar Masinton sambil bercanda.

“Terima kasih pak, sudah borong durian kami,” ucap seorang warga dengan harunya.

Setibanya di posko utama SD Negeri 152984 Sipange, Bupati memberi semangat kepada para pengungsi dan membagikan sembako serta makanan ringan kepada anak-anak.

“Semoga diberikan kesehatan. Kita harus saling membantu dan tetap gotong royong. Jangan sampai ada yang tidak makan,” tegasnya.

Masinton juga meminta lurah Sipange dan aparatnya segera mendata rumah yang rusak untuk pembangunan hunian sementara (huntara).

Selain itu, Bupati meninjau Posko Dapur Umum Parsahutaon Lingkungan I Sebaganding dan memastikan ruang kelas sekolah dapat digunakan sementara untuk tempat menginap pengungsi hingga akses jalan kembali terbuka.

Baca Juga :  Kader SAPMA pp Simalungun Ubah Stigma: Dari “Nasi Rendang” Jadi Bantu Warga Berobat Gratis Pakai BPJS

“Ruang kelas masih layak digunakan warga untuk bermalam sampai jalan tembus,” ujarnya.

Untuk keberlangsungan pendidikan, Bupati meminta Dinas Pendidikan menyesuaikan sistem belajar menjadi dua sesi, pagi dan siang, dengan fokus pada pemulihan psikologis anak.

“Metode pembelajaran difokuskan pada trauma healing bermain, kegiatan gembira, dan pemulihan mental,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyerahkan bantuan logistik untuk dapur umum dan kebutuhan kelompok rentan. Ia juga memberikan mesin genset untuk kebutuhan listrik serta menghadirkan akses internet Starlink guna mempercepat koordinasi penanganan bencana. (Ded)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Komentar