LINTASSUMUT. COM, TAPSEL | Upaya pemulihan pascabencana banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Tapanuli Selatan (Tapsel) terus dilakukan secara kolaboratif.
Salah satu prioritas utama adalah mempercepat perbaikan Jembatan Anggoli, penghubung utama kedua wilayah yang putus total diterjang banjir sehingga jalur transportasi lumpuh dan distribusi logistik terganggu.
Menindaklanjuti arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya keselamatan warga, percepatan evakuasi, dan pembukaan akses vital, TNI AD bergerak cepat membangun jembatan darurat (Bailey) di lokasi tersebut.
Proses pembangunan semakin terbantu setelah PT Agincourt Resources (PTAR) menurunkan alat berat untuk mendukung pengangkutan konstruksi Bailey dari Garoga 2 menuju Anggoli.
Dukungan PTAR tidak hanya berhenti pada pembukaan akses jembatan. Sejak awal masa tanggap darurat, perusahaan telah mengerahkan Tim Tanggap Darurat (ERT) untuk evakuasi korban, menyalurkan bantuan logistik, serta menyediakan makanan siap saji, air bersih, layanan kesehatan, dan membuka akses jalan yang tertutup material longsor.
Senior Manager Corporate Communications PTAR, Katarina Siburian Hardono, mengatakan bahwa sejak hari pertama bencana pada 25 November 2025, perusahaan memprioritaskan keselamatan warga serta pemulihan akses agar bantuan segera menjangkau wilayah terisolasi.
“Kami mengerahkan sumber daya untuk mempercepat evakuasi dan memastikan pemenuhan kebutuhan dasar para penyintas, termasuk layanan kesehatan di tengah situasi pengungsian yang tidak mudah. Fokus kami pada keselamatan warga dan pemulihan akses. Kami akan terus berada di lapangan selama masa tanggap darurat,” ujar Katarina. Selasa (09/12/2025)
Hingga saat ini, dukungan PTAR telah menjangkau lebih dari 3.000 warga terdampak yang tersebar di tujuh posko pengungsian di sejumlah desa di Kecamatan Batang Toru dan sekitar wilayah terdampak.
Di posko-posko tersebut, PTAR menyediakan dapur umum, fasilitas penampungan sementara, air bersih, tenaga medis, obat-obatan, dan makanan siap saji. Sebanyak 305 relawan, terdiri dari karyawan PTAR dan warga setempat, terlibat dalam operasional bantuan.
Selain itu, PTAR mengerahkan 10 unit ekskavator dan backhoe loader untuk membantu membuka kembali jalur terputus dan mendukung pengiriman logistik, termasuk menggunakan helikopter untuk wilayah yang tidak dapat dijangkau jalur darat.
Pada Selasa (2/12/2025), PTAR turut mendampingi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meninjau langsung lokasi terdampak di Desa Garoga. Dalam kunjungan tersebut, PTAR menegaskan komitmen mendukung transparansi dan pengawasan pemerintah terkait penerapan good mining practice.
“Kami kooperatif dan siap memberikan data serta mendukung pengawasan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Katarina.
Pemerintah Kabupaten Tapsel telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari sejak 25 November 2025. Melalui kerja sama antara pemerintah daerah, TNI/Polri, PTAR, dan para relawan, proses pemulihan diharapkan berlangsung cepat, termasuk penyelesaian pembangunan Jembatan Anggoli agar akses Tapteng-Tapsel dapat segera normal dan distribusi bantuan semakin lancar.(ded)







Komentar