oleh

PTAR Kembangkan Martabe Social Enterprise, Siapkan Industri Non-Tambang Pascatambang di Batang Toru

Lintassumut.com, Tapanuli Selatan | PT Agincourt Resources (PTAR) melalui program Community Development (Comdev) terus mengembangkan Martabe Social Enterprise di Jalan Aek Paho, Desa Napa, Kecamatan Batang Toru, sebagai upaya menyiapkan industri non-tambang yang berkelanjutan bagi masyarakat pascatambang.

Program ini mencakup pengembangan peternakan kambing, domba, ayam petelur, serta berbagai usaha produktif lainnya yang dikelola oleh putra-putri daerah. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Local Economic Development (LED) PTAR untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat sekitar tambang.

Senior Supervisor Agriculture Development PT Agincourt Resources, Minhajul Abidin, mengatakan perusahaan ingin memastikan aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan meski masa operasional tambang telah berakhir.

“Manajemen mengharapkan setelah pascatambang nanti tetap ada industri non-tambang yang berjalan. Karena usia tambang terbatas, maka perlu dipersiapkan kegiatan ekonomi yang berbasis potensi lokal,” ujar Minhajul. Sabtu (6/6/2026)

Baca Juga :  Kapolsek Silou Kahean Ajak Warga dan Karyawan PTPN IV Perangi Premanisme dan Narkoba Melalui Patroli Dialogis

Saat ini, PTAR bekerja sama dengan Balai Perakitan dan Modernisasi Peternakan (BPMP) Kementerian Pertanian mengembangkan peternakan kambing unggul dengan populasi 88 ekor, terdiri dari 8 pejantan dan 80 betina.

Peternakan tersebut telah menghasilkan 17 ekor anakan kambing Boerka dan didukung lahan hijauan pakan ternak seluas sekitar enam hektare.

Pengelolaan usaha peternakan dipercayakan kepada tenaga muda lokal yang telah mendapatkan pelatihan khusus mengenai kesehatan ternak, manajemen pemeliharaan, hingga reproduksi.

Selain peternakan kambing, Martabe Social Enterprise juga mengembangkan usaha ayam petelur dengan populasi sekitar 1.325 ekor. Produksi telur saat ini mencapai rata-rata 1.050 butir per hari, yang sebagian digunakan untuk kebutuhan operasional perusahaan dan sisanya dipasarkan kepada masyarakat.

Pengelola peternakan ayam, Habib Khairi, mengatakan usaha tersebut telah mampu menutupi biaya operasional dari hasil penjualan telur.

“Produksi telur saat ini berjalan baik. Kendala utama hanya cuaca yang cukup ekstrem, namun kami rutin melakukan penyemprotan disinfektan, vaksinasi, dan pengawasan kesehatan ternak untuk mencegah penyakit,” katanya.

Baca Juga :  Polsek Gunung Malela Ringkus Dua Tersangka Pencurian Sepeda Motor

Program ini juga melibatkan petani lokal sebagai pemasok bahan baku pakan ternak. Hingga saat ini, sebanyak 23 petani jagung telah bermitra dengan PTAR untuk memenuhi kebutuhan pakan ayam petelur.

Ke depan, PTAR menargetkan peningkatan populasi ayam petelur hingga 6.000 ekor guna mendukung ketersediaan telur bagi masyarakat Batang Toru dan sekitarnya.

Melalui Martabe Social Enterprise, PTAR berharap berbagai unit usaha yang dikembangkan, mulai dari peternakan, kakao, hingga jasa lainnya, dapat menjadi fondasi ekonomi masyarakat yang mandiri dan berkelanjutan setelah aktivitas pertambangan berakhir. (Ded)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Komentar