Lintas Sumut l Batu Bara –
Tiga orang Anggota DPRD Sumatera Utara melakukan inspeksi mendadak ketempat penyimpanan sementara paket sembako dari bantuan Pemprovsu untuk masyarakat Batubara yang terdampak covid-19 di SMAN 1 Seisuka, Kecamatan Seisuka, Kabupaten Batubara, Provinsi Sumatera Utara, Minggu (31/5/2020) pagi.
Pada saat inspeksi, Anggota DPRD Sumut tersebut yang terdiri Ahmad Hadian SPdi, Ir H Yahdi Khoir Harahap MBA dan Darwin, Menemukan perlakuan yang tidak profesional dalam pengelolaan penyimpanan paket sembako yang sudah dikemas sedemikian rupa dari Pemprovsu hanya diletakkan di selasar sekolah dan ditumpuk aja dengan susunan yang tidak rapi sehingga ketika hujan kemasan paket itu hancur.
” Paket kemasannya hancur, isinya terburai, beras basah, mie instannya basah, gulanya juga berserakan sehingga tidak layak lagi untuk untuk dikonsumsi, kami sangat kecewa terhadap perlakuan ini, ” kata Ahmad Hadian sembari menjelaskan Sidak itu dilakukan berawal dari laporan masyarakat adanya beras dari pemprov ada yang bauk apek sehingga turun langsung ke lapangan.
Politisi dari partai keadilan sejahtera itu langsung menegur sekretaris GTPP Kabupaten Batubara Wahid Khusairi dan langsung juga menegur kepala dinas sosial kabupaten Batubara Ishak Liza melalui saluran telephon genggamnya.
Ahmad Hadian menyampaikan kekecewaan nya kepada kedua pejabat GTPP Kabupaten Batubara atas perlakuan yang menurutnya tidak profesional dalam penanganan penyimpanan sementara paket sembako tersebut.
“Inikan sembako untuk makanan rakyat, kalau kondisinya rusak seperti ini sudah tidak layak lagi untuk di konsumsi, “Tegas Kang Hadian sapaan akrab Ahmad Hadian.
Kang Hadian juga meminta kepada pejabat GTPP Batubara itu agar mensortir kembali bantuan paket yang rusak dan kemudian mengganti kemasannya dengan yang baru.
” beras, mie instan, gula yang sudah tidak layak ini jangan sampai diberikan kepada rakyat, jadi harus diganti, ini tanggung jawab GTPP Batubara, karena dari pemprov nya sudah bagus, hanya perlakuan penyimpanan sementara yang tidak tepat sehingga menimbulkan rusaknya barang barang ini, “ujar Hadian.
Kemudian dalam inspeksi tersebut ketiga anggota DPRD Sumut ini melakukan uji sampling dengan menimbang beras dan gula, “Alhamdulillah, memang dari segi kuantitas cukup timbangan beras 10 kg, gula 2 kg, cuman dari segi kualitas ini ada temuan kami yaitu beras ada delapan merk, dua merk diantaranya sangat jelek seperti dicampur dengan beras bulog dan berbau, “jelasnya.
Jadi sekali lagi tambah Hadian, Kami meminta kepada GTPP Batubara agar bekerja secara profesional dalam hal menangani bantuan sembako dari Pemprovsu ini, karena bantuan ini akan diberikan kepada rakyat sehingga harus diperhatikan sisi sisi kemanusiaannya.
” Saya minta GTPP Batu Bara bertangung jawab. Barang yang rusak tidak boleh dikasih ke rakyat. Wajib diganti, Rakyat harus diberikan makanan yang layak dikonsumsi dan berkualitas baik, ” tegas Hadian.
Temuan temuan ini lanjut Hadian, makin memperkuat keyakinan kami bahwa pembagian bansos sembako tidak banyak manfaatnya. Sebaiknya uang tunai yang lebih efektif dan efisien dibagikan ke rakyat, “pungkas Hadian (HS)










Komentar