Lintas Sumut | Medan-
Sebulan menjelang hari Natal dan Tahun Baru (Nataru), Harga daging Babi di Sumatera Utara (Sumut) melonjak naik. Kenaikan tersebut diduga karena semakin sedikitnya perternakan hewan babi, Serta efek dari virus yang sempat menjangkiti hewan ternak babi di sumut beberapa bulan yang lalu.
Informasi di seputaran pedagang, sebelumnya daging babi disekitaran harga Rp 20.000/kg – Rp 40.000/kg namun saat ini diperkirakan sudah mencapai disekitaran harga Rp 90.000/kg – Rp 120.000/kg, Akibatnya banyak pedagang mengeluh sepi pembeli dan banyak juga pedagang terpaksa menutup sementara kiosnya, (28/11/20).
Salah satunya kedai makanan milik koko, yang menggunakan daging babi sebagai bahan utama masakannya, sempat khawatir dengan tingginya harga daging babi. “Kami terpaksa harus menaikan harga dagangan kami, karena daging babi sangat mahal dan susah di dapat, sebenarnya kami khawatir akan sepi pembeli tapi kami gak punya pilihan lain” Ucapnya.
Saat ini masyarakat berharap agar pemerintah daerah atau pemerintah pusat bisa turun memantau langsung stok daging untuk menjaga kestabilan harga di sumut. Diperkirakan di hari Natal dan Tahun baru ini permintaan atas kebutuhan daging babi meningkat dari tahun sebelumnya.
Rj. Samosir







Komentar