oleh

Hadapi Risiko Bencana, Dinas Pendidikan Tapteng Siapkan Mulok Tanggap Darurat

 

Lintassumut.com, Tapteng | Semangat Sahata Saoloan yang artinya seia sekata, selangkah seirama mewarnai kolaborasi penguatan kompetensi dan kesiapsiagaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) dalam menghadapi risiko bencana di Kabupaten Tapanuli Tengah.

 

Kegiatan tersebut digelar Kamis (24/9/2026) di SMK Swasta Yapim Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah. Kegiatan menjadi bagian dari sinergi antara Balai Besar Guru Penggerak/Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBGTK), Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Tengah, serta Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X Provinsi Sumatera Utara.

 

Kegiatan dibuka Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Tengah, Johannes Simanjuntak, S.Pd., MM. Dalam sambutannya, Johannes menegaskan pentingnya kesiapsiagaan satuan pendidikan mengingat Tapanuli Tengah memiliki potensi dan kerawanan terhadap berbagai jenis bencana.

 

Menurut Johannes, kesiapsiagaan tidak cukup hanya dilakukan oleh pemerintah dan lembaga kebencanaan. Satuan pendidikan juga memiliki posisi penting karena guru dan tenaga kependidikan berhadapan langsung dengan peserta didik.

Baca Juga :  Masinton Tegas soal Wacana Pemakzulan: “Saya Tidak Akan Mundur karena Tekanan Politik”

 

“Guru dan tenaga kependidikan memiliki peran penting untuk mengajarkan dan membangun kesigapan menghadapi bencana di satuan pendidikan, sehingga peserta didik memiliki pengetahuan dan kesiapan ketika menghadapi kondisi darurat,” ujar Johannes.

 

Mulok Tanggap Darurat Bencana Mulai Disusun

 

Sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah, sekaligus menindaklanjuti arahan Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu, SH., MH., dan Wakil Bupati Mahmud Efendi, SH., Dinas Pendidikan Tapanuli Tengah pada tahun ini mulai menyusun Muatan Lokal tentang Tanggap Darurat Bencana.

 

Muatan lokal tersebut direncanakan diterapkan pada satuan pendidikan jenjang SD dan SMP. Langkah ini diharapkan dapat menjadikan pengetahuan dan keterampilan menghadapi bencana sebagai bagian dari proses pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik serta kondisi geografis Tapanuli Tengah.

 

Kebijakan tersebut juga menjadi upaya untuk membangun budaya kesiapsiagaan sejak dini, sehingga peserta didik tidak hanya mengetahui risiko bencana, tetapi juga memahami langkah yang harus dilakukan ketika kondisi darurat terjadi.

Baca Juga :  Bantu Ringankan Beban Warga, Pemdes Pasaribu Tobing Salurkan BLT kepada 20 KPM

 

Kegiatan penguatan kesiapsiagaan ini melibatkan ekosistem pendidikan lintas jenjang, mulai dari PAUD/TK, SD, SMP hingga SMA/SMK.

 

Keterlibatan lintas jenjang tersebut menunjukkan bahwa upaya membangun satuan pendidikan yang aman dan tangguh terhadap bencana membutuhkan kerja bersama dan tidak dapat dilakukan secara parsial.

 

Dengan semangat Sahata Saoloan, seluruh unsur pendidikan di Tapanuli Tengah diharapkan mampu memperkuat koordinasi, menyatukan visi, serta bergerak bersama menghadapi risiko bencana.

 

Satuan pendidikan diharapkan tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya proses belajar mengajar, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun budaya aman, tangguh, dan siap menghadapi bencana sejak dini.

Maju Bersama, Hebat Semua!  (Ded)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Komentar