Lintassumut.com, SIBOLGA | Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sibolga bersama Pemerintah Kota Sibolga menggelar Digital Nauli (D’Nauli) Festival 2026 di Lapangan Simare-mare, Kota Sibolga, pada 23-25 Oktober 2026.
Mengusung tema “Sinergi Bangkit dari Pesisir, untuk Kemajuan Ekonomi Keuangan Digital Daerah”, festival ini menjadi salah satu upaya mempercepat transformasi digital, memperkuat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta mendorong pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana.
Kegiatan tersebut menghadirkan kolaborasi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, industri sistem pembayaran, perbankan, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat untuk menggerakkan kembali aktivitas ekonomi di wilayah pesisir Pantai Barat Sumatera.
Dalam sambutannya, Riza Putra Kepala perwakilan (Kpw BI) Bank Indonesia Sibolga, menegaskan bahwa digitalisasi sistem pembayaran memiliki peran penting dalam memperkuat perekonomian daerah, terutama melalui pemanfaatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Pembayaran digital dinilai mampu memberikan kemudahan dan efisiensi transaksi, meningkatkan kualitas pelayanan, memperluas jangkauan pasar, serta memperkuat daya saing pelaku UMKM.
“Melalui festival ini, diharapkan transformasi digital mampu mendorong ekonomi pesisir yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Riza. Jumat (23/10/2026)
Perkembangan transaksi digital di Kota Sibolga menunjukkan tren positif. Dalam sambutannya, perwakilan BI menyebutkan bahwa jumlah merchant QRIS di Kota Sibolga tumbuh 9,49 persen secara tahunan, dengan total sekitar 14.400 merchant.
Sementara itu, jumlah transaksi QRIS di Kota Sibolga hingga Agustus 2026 disebut meningkat 798,77 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Di wilayah kerja BI Sibolga, data resmi yang disampaikan (Kpw) Riza Putra mencatat jumlah merchant QRIS mencapai 240.818 merchant hingga Agustus 2026. Angka tersebut setara dengan 107,52 persen dari target tahunan sebanyak 223.967 merchant, didukung penambahan 47.779 merchant baru sepanjang 2026.
Adapun volume transaksi QRIS secara kumulatif mencapai sekitar 19,86 juta transaksi.
Capaian tersebut menunjukkan semakin luasnya pemanfaatan pembayaran digital oleh masyarakat dan pelaku usaha. Namun, peningkatan jumlah merchant perlu diikuti dengan keaktifan transaksi agar penggunaan QRIS benar-benar memberikan manfaat bagi perkembangan usaha.
Karena itu, BI terus mendorong perluasan penggunaan QRIS, peningkatan transaksi pada merchant terdaftar, penguatan literasi keuangan digital, serta perlindungan konsumen.
Pihak BI juga memperkenalkan inovasi sistem pembayaran, termasuk QRIS Tap dan QRIS lintas negara (cross-border), untuk menghadirkan transaksi yang lebih mudah, cepat, aman, dan efisien.
Inovasi tersebut diharapkan membuka peluang lebih luas bagi pelaku UMKM di sektor perdagangan, kuliner, dan pariwisata untuk menjangkau konsumen, termasuk wisatawan mancanegara.
Selain mendorong digitalisasi sistem pembayaran, D’Nauli Festival 2026 menjadi wadah promosi produk lokal dan penguatan aktivitas ekonomi masyarakat.
Festival ini menghadirkan sekitar 28 stan UMKM serta beragam kegiatan, mulai dari D’Nauli EduQasi, QRISTAINMENT, D’Nauli Market 4.0, QRIS Tap Fun Run 5,2 kilometer, Basketball 3 on 3 QRIS, BMX Exhibition, Skateboard Jam, lomba menggambar dan mewarnai, Zumba, Nauli Coffee Festival: Road to Jakarta Coffee Festival, hingga Sibolga Modification Contest 2026.
Berbagai kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memberikan ruang promosi bagi UMKM, memperluas jejaring usaha, dan meningkatkan peluang transaksi penjualan.
Momentum ini menjadi penting bagi Kota Sibolga yang terus berupaya memulihkan aktivitas ekonomi setelah bencana. Penguatan UMKM dan pemanfaatan teknologi digital diharapkan dapat membantu pelaku usaha bangkit, meningkatkan produktivitas, serta memperluas peluang ekonomi masyarakat.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Sibolga juga terus mendorong elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (ETPD), termasuk pembayaran pajak dan retribusi. Langkah tersebut diharapkan meningkatkan kemudahan pelayanan publik, memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah, serta mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Melalui D’Nauli Festival 2026, BI Sibolga dan Pemerintah Kota Sibolga berharap semakin banyak masyarakat dan pelaku usaha memanfaatkan teknologi digital dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.
Kolaborasi antara pemerintah, perbankan, industri sistem pembayaran, pelaku UMKM, komunitas, dan masyarakat diharapkan terus berlanjut untuk memperkuat ketahanan ekonomi daerah, memperluas inklusi keuangan, serta mewujudkan perekonomian pesisir yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing.
D’Nauli Festival 2026 pun diharapkan menjadi momentum untuk bangkit bersama dari pesisir, memperkuat kolaborasi, dan mendorong pemulihan ekonomi melalui digitalisasi.
Turut hadir dalam acara itu, Walikota Sibolga Sukri Penarik Kapolres Sibolga dan Forkopimda dan beberapa OPD Sibolga(Ded)





Komentar