
LINTAS SUMUT | TANJUNGBALAI –
Terkait demo GMPKP – SU, Jumat (11/06) lalu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Tanjungbalai, Azhar. Spd menyampaikan beberapa keterangan bantahan kepada Wartawan, saat ditemui di kantornya, Senin (14/06).
Azhar merasa prihatin terhadap aksi tersebut karena apa yang disampaikan pendemo saat berorasi didepan kantor nya sangat keliru dan tidak sesuai dengan fakta yang ada.
“Sebenarnya ketika mereka berencana aksi pada Senin sebelumnya, kita sudah berniat akan menanggapi, namun ternyata aksi mereka diundur ke hari jumat, kebetulan saya lagi tidak berada ditempat,” ungkap Azhar.
Azhar mengatakan bahwa mengenai Tunjangan Penghasilan Guru (TPG) Triwulan IV Tahun 2020 yang belum cair, sebenarnya hanya satu bulan dari Triwulan IV tersebut yang belum dibayarkan dari pusat (APBN) karena adanya perubahan anggaran untuk penanganan pandemi COVID-19.
“Saat ini dana tersebut sudah ada di Kas Pemerintah Kota Tanjungbalai, namun mekanisme pembayarannya menunggu realisasi P-APBD. walaupun sumbernya dari pusat, seperti dana BOS, DAK, tapi mekanisme pembayarannya juga harus dicantumkan dalam APBD atau P-APBD,” lanjut Azhar.
“Mengapa tidak tercantum di APBD? Karena pembahasan APBD 2021 itu sendiri dirampungkan di Oktober 2020, sementara pemgurangan TPG itu terjadi di Desember 2020, maka untuk mencukupkan kekurangan itu ya di P-APBD 2021, dan realisasi P-APBD 2021 mungkin di bulan Oktober mendatang, jadi tidak betul kalau dana tersebut telah habis atau digunakan untuk kepentingan lain,” papar Azhar.
Mengenai tuntutan pendemo agar Plt Kadis Pendidikan mundur dari jabatannya, Azhar mengatakan bahwa sebagai ASN, dirinya akan selalu patuh terhadap perintah atasan, namun ia berharap kedepan jika menemukan isu atau dugaan apapun dilapangan, hendaknya jangan mendengarkan keterangan sepihak.
“Kita siap perintah terhadap atasan, jabatan adalah amanah, namun jika ada isu atau dugaan terhadap suatu masalah, sebagai intelektual janganlah mendengarkan keterangan sepihak, carilah keterangan pembanding untuk menghindari fitnah ditengah-tengah masyarakat,” pungkas Azhar. (R.siregar)











Komentar