oleh

Bukti Ketidak Pudulian Pemkab Simalungun,Masyrakat Petani Nagori Silaumalaha Menderita PuluhanTahun Irigasi Tak Kunjung Diperbaiki

Lintas Sumut |Simalungum 

Akibat  Puluhan tahun Tidak kunjung di perbaiki saluran irigasi di Nagori  Silaumalaha ,kecamatann Siantar ,kabupaten Simalungun  (Bendar lama) diperkirakan mengairi lebih kurang 30 hektare sudah puluhan tahun tidak dapat bertanam padi hanya jenis palawija seperti jagung dan sayuran bahkan sudah ada yang beralih fungsi menanam tanaman keras seperti kelapa sawit.

 

Dilapangan saat ini kondisi lahan seluas 30 hektare itu memprihatinkan karna sudah puluhan tahun  berulangkali ditanam jagung dan hasil tidak sesuai yang diharapkan.Menurut petani Nagori Silaumalaha bahwa saluran itu di jamah pemerintah sekitar tahun 1989 program Proyek Irigasi Desa(PID).Sebelumnya saluran itu tetap dikerjakan secara manual gotong royong.
 

Baca Juga :  Bupati Masinton Minta Kejari Kawal Tata Kelola Anggaran dan Dana Desa Tapteng

Bukti ketidak pedulian pemerintah kabupaten Simalungun terhadap penderitaan petani dibuktikan pemerintah Nagori sudah berulang kali membuat pengajuan ke pemkab Simalungun tidak pernah terealisasi.Perangkap Nagori Silaumalaha juga mengakui permohonan perbaikan itu sudah berkali-kali sudah tiga kali pergantian pangulu.
 

Hingga saat ini tidak ada tanda-tanda untuk perbaikan masyarakat petani menuding pemerintah kabupaten Simalungun tidak mendukung program ketahanan pangan, walau tidak bisa bertanam padi kewajiban sebagai warga negara tetap setiap tahun bayar pajak bumi bangunan (PBB) sesuai aturan yang berlaku.
 

Baca Juga :  Jaga Anggaran Desa, Anak Muda Bergerak Simalungun Desak Kejaksaan Periksa Pengulu dan Vendor Terkait Dugaan Korupsi Proyek Lampu Jalan di Tomorang

Tokoh masyarakat Nagori Silaumalaha yang mengaku marga Damanik berkeluh kesah adanya kucuran dana mitigasi tahun 2026 yang jumlahnya ratusan milyar untuk pemerintah kabupaten Simalungun juga tidak menunjukkan pemerataan.Menurut tokoh tersebut yang dialami masyarakat petani Silaumalaha juga bisa dikatakan bencana.
Aparat desa(Nagori) merasa jenuh membuat permohonan bahkan setiap musawarah rencana pembangunan (Musrembang)Desa itu yang utama diajukan namun hingga kini tidak realisasi hanya janji tinggal janji.

 

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Komentar