oleh

Air Minum Helse Diduga Tak Sesuai Label, Berpotensi Langgar UU Perlindungan Konsumen

LINTASSUMUT.COM, Sibolga | Air minum dalam kemasan merek Helse yang beredar di Kota Sibolga diduga tidak sesuai antara isi dan keterangan pada label kemasan. Produk tersebut mencantumkan volume 600 ml, namun diduga hanya berisi sekitar 330 ml.

Produk air minum itu diketahui telah beredar di wilayah Kota Sibolga hingga sejumlah daerah lain di Sumatera Utara. Temuan tersebut memunculkan pertanyaan terkait pengawasan serta tanggung jawab produsen terhadap keakuratan informasi yang dicantumkan pada kemasan produk.

Apabila terbukti tidak sesuai, kondisi tersebut dinilai berpotensi menyesatkan konsumen. Sebab, konsumen memiliki hak untuk memperoleh barang sesuai dengan ukuran, takaran, dan informasi yang tertera pada kemasan.

Dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen disebutkan bahwa pelaku usaha dilarang memproduksi atau memperdagangkan barang yang tidak sesuai dengan ukuran, takaran, timbangan, maupun jumlah menurut hitungan sebenarnya sebagaimana tercantum dalam label.

Baca Juga :  Dugaan Gudang Solar Ilegal Menguat, Kasat Reskrim Sibolga Tak Beri Jawaban

Pemilik Helse Beri Klarifikasi
Pemilik usaha air minum Helse di Sibolga
membantah jika produk tersebut diproduksi secara massal untuk dipasarkan luas. Ia mengakui adanya penggunaan label 600 ml pada botol berisi sekitar 330 ml, namun disebut hanya untuk kebutuhan pesanan tertentu.

“Itu memang saya akui. Tapi itu bukan produksi rutin. Produk tersebut hanya dibuat berdasarkan pesanan khusus, misalnya ada yang meminta ukuran 330 ml. Karena saya belum memiliki label khusus, saya menggunakan label 600 ml yang tersedia,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa produk tersebut bukan bagian dari produksi komersial reguler seperti perusahaan air minum lainnya.

“Ini bukan produksi yang berjalan terus-menerus. Saya hanya memproduksi jika ada pesanan tertentu. Kalau memang produksi rutin, tentu semua perlengkapan termasuk label akan disesuaikan,” katanya.

Baca Juga :  Kapolres Asahan Diminta Serius Tangkap Gemot Yang Rusak Rumah Warga

Selain itu, ia juga menyayangkan persoalan tersebut diangkat menjadi pemberitaan, sementara menurutnya kontribusi sosial yang telah dilakukan perusahaan selama ini kurang mendapat perhatian.

“Saat terjadi musibah, pabrik saya sudah membantu masyarakat dengan menyalurkan sekitar 4.000 dus air minum. Kenapa hal itu tidak diberitakan, sementara persoalan seperti ini justru dibesarkan,” ucapnya.

Ia berharap media dapat lebih bijak dalam menentukan isu yang diangkat ke publik.

“Saya berharap wartawan bisa melihat mana yang lebih penting untuk diberitakan,” tutupnya. (Ded)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Komentar