oleh

Aksi Demo Ratusan Petani di Medan Jalan Kaki Menuju Istana Negara

Lintas Sumut | Medan –

Terlihat 200-an petani yang tergabung dalam Serikat Petani Simalingkar Dan Mencirim Bersatu lakukan aksi demo menuntut penyelesaian konflik agraria antara para petani Simalingkar A dan Sei Mencirim, Deliserdang, dengan PTPN II.

Dalam aksinya mereka berpelukan satu dengan yang lain hendak menjumpai Presiden Jokowi di Istana Negara Jakarta.

Petani yang tidak ikut berangkat memberikan kata-kata semangat kepada para petani yang berangkat menuju Jakarta.

“Semangat ya, semangat kalian semua,” teriak seorang ibu kepada ratusan petani yang bergerak menuju Istana. “Hidup petani,” balasnya teriak.

Pantauan wartawan lintassumut Kamis Sore (25/6) pukul 14.50 Wib, para petani yang terdiri dari para pria, ibu, hingga nenek renta terlihat berjalan dari arah Simalingkar menyusuri Jalan Jamin Ginting dengan berjalan kaki dan berkumpul tepat di bawah Fly Over Jamin Ginting.

Saat berjalan, para petani tersebut memakai spanduk yang dikalungkan di badannya yang bertuliskan “Negara harus lindungi Petani, “Kami Percaya Presiden Jokowi Masih Punya Hati Nurani Untuk Masyarakat”, Bubarkan PTPN II”, teriak peserta aksi.

Baca Juga :  Rekonstruksi Kasus Pembunuhan di Kolang, Tersangka Peragakan Detik-Detik Penyerangan

Dewan Pembina Serikat Petani Simalingkar Dan Mencirim Bersatu, Aris Wiyono, menyebutkan aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap pemerintah karena areal lahan dan tempat tinggal mereka sejak 1951 telah digusur paksa oleh korporasi PTPN II.

Ia menyebutkan para petani yang digusur tersebut berasal dari Dusun Bekala Desa Simalingkar A dan Desa Sei Mencirim, Kabupaten Deliserdang.

“Aksi kita hari ini adalah aksi jalan kaki ke Jakarta terkait penanganan kasus konflik agraria yang tak kunjung selesai di Sumatera Utara ini. Terutama dari kami dari Serikat Petani Simalingkar Bersatu dan Mencirim Bersatu,” tuturnya saat diwawancarai wartawan lintassumut.

Lebih lanjut ia menerangkan bahwa luas area yang berkonflik yang tergabung dalam SPSB dengan PTPN II seluas kurang lehih 854 Ha dan area petani yang tergabung STMB seluas kurang lebih 80 Ha.

Baca Juga :  Bobby Nasution Temukan Kendala Penyaluran Bantuan di Tapteng: Data Belum Rampung

“Terkait sertifikat hak milik, artinya ini ada ketidakadilan dan pemerintah daerah diam. Kemudian para pengusaha sudah berkonspirasi jahat dengan beberapa oknum tentunya di lingkungan aparat dan preman sehingga ini jadi kekuatan layrn untuk melawan masyarakat petani,” ungkapnya.

Ia menegaskan, pihaknya melakukan aksi jalan kaki ini untuk bertemu Presiden Jokowi supaya turun tangan menyelesaikan konflik agraria yang merugikan rakyat kecil.

“Ini yang kemudian aksi jalan kaki dari Medan kami lakukan, intinya adalah untuk mencari keadilan untuk keberlangsungan hidup anak cucu,” jelas Aris.

Aris menyebutkan bahwa penggusuran yang terjadi kepada ribuan warga di kedua desa tersebut yang dilakukan oleh pengusaha bersama preman dan oknum.(Rahmad)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Komentar