LINTAS SUMUT | SIBOLGA
Wakil Wali Kota Sibolga, Pantas Maruba Lumban Tobing membuka rembuk Stunting kecamatan yang digelar di Aula kantor Kecamatan Sibolga Selatan, Rabu (21/06/23) siang.
Wawakot Pantas Maruba Lumbantobing selaku Ketua tim percepatan penurunan Stunting (TPPS), mengatakan, bahwa percepatan penurunan stunting merupakan program prioritas pemerintah kota Sibolga
“Upaya ini bertujuan agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan maksimal merupakan langkah penting yang harus dilakukan pemerintah untuk memastikan pelaksanaan rencana kegiatan intervensi pencegahan dan penurunan stunting dilakukan bersama dengan melayani masyarakat.” ujar mantan DPRD dua periode itu,
Pantas juga memastikan, agar keberlangsungan program dan berbagai rencana percepatan stunting berjalan dengan baik, dengan tepat sasaran, dan sesuai data.
“Pastikan prevalensi tahun 2021 sebesar 25,8%, turun di tahun 2022 menjadi 14,5%. Saya harap tahun 2023 ini dibawah 10%, kalau boleh diangka 8 atau 9,” tegas Pantas.
Hal itu juga sebelumnya, Kadis Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Richard M. Pangaribuan, memberikan laporannya dalam rembuk stunting ini bertujuan agar masyarakat secara bersama-sama melakukan konfirmasi, sinkronisasi dan sinergisme hasil analisis situasi stunting di Kota Sibolga.
Terlihat dalam pantauan, kegiatan rembuk Stunting diikuti oleh narasumber dari Bappeda, Dinas Kesehatan, dan Dinas PPKB dan diikuti oleh OPD penanggung jawab, Camat dan Lurah se-Kota Sibolga, Kepala Puskesmas, Babinsa, Babinkamtibmas, TP. PKK Kecamatan dan Kelurahan se-Kota Sibolga, PLKB Kecamatan, Kepling, Tokoh agama dan Tokoh Masyarakat.(ded)







Komentar