LINTASSUMUT.COM, TAPTENG |
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah menggelar Perayaan Paskah Oikumene Tahun 2026 di Gedung Serbaguna Pandan, Kamis (23/4/2026). Perayaan ini mengusung tema kebangkitan dan pembaruan pasca-bencana.
Kegiatan ini diawali dengan pawai dari TK Don Bosco menuju GOR Pandan yang diikuti unsur Forkopimda, tokoh agama, serta masyarakat.
Suasana penuh kebersamaan tampak mewarnai jalannya kegiatan sejak awal hingga akhir acara.
Perayaan kemudian dilanjutkan dengan ibadah Paskah, hiburan rohani, serta penampilan artis dan paduan suara yang menambah semarak suasana.
Dalam khotbahnya, Uskup Sibolga mengajak seluruh masyarakat untuk bangkit dari trauma bencana melalui persatuan, kerja sama, serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, menegaskan bahwa Paskah menjadi momentum penting untuk bangkit dari berbagai kesulitan menuju harapan yang baru.
“Makna Paskah tahun ini adalah bagaimana kita bangkit dari masa sulit dan menjadi lebih kuat, bahkan dalam kesederhanaan,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa saat ini masyarakat Tapanuli Tengah berada di antara dua realitas, yakni luka akibat bencana yang masih terasa dan harapan yang mulai tumbuh.
“Kita pernah mengalami kesulitan, kehilangan, dan kerusakan. Namun, kita tidak boleh larut dalam kesedihan. Kita harus bangkit bersama,” tegasnya.
Masinton juga menekankan bahwa sejak awal bencana melanda, Tapanuli Tengah tidak pernah berjalan sendiri. Dukungan datang dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat hingga daerah, termasuk kunjungan Presiden RI serta bantuan dari berbagai instansi dan elemen masyarakat lintas agama.
Menurutnya, bencana merupakan persoalan kemanusiaan, bukan persoalan politik. Oleh karena itu, seluruh pihak harus bersatu dalam mempercepat proses pemulihan.
“Dengan kebersamaan, kita bisa bangkit dari kegelapan menuju terang, dari keputusasaan menuju harapan,” tambahnya.
Menutup pernyataannya, Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk tidak hanya melihat diri sebagai korban, tetapi sebagai pejuang pemulihan demi masa depan Tapanuli Tengah yang lebih baik.
Acara ini turut dihadiri unsur Forkopimda, DPRD, tokoh agama, serta masyarakat luas. (ded)







Komentar