Lintas Sumut | Siantar –
Wabah virus corona (Covid-19) yang melanda Indonesia membuat dampak negatif di semua industri, tak terkecuali di industri musik. Para pekerja seni nya melakukan berbagai cara untuk bertahan hidup.
Adalah Ikatan Sosial Entertainment Siantar Simalungun (Iksoensi). Komunitas yang berdiri sejak 2013 lalu terpaksa “ngamen” online, memanfaatkan media sosial facebook dan instagram guna mengumpulkan donasi untuk menghidupi keluarga mereka.
Di sana, pemain musik dan biduan menyanyikan lagu dan warga yang mendengar bebas memilih dan meminta lagu kesukaannya untuk dinyanyikan. Para pekerja seni itu pun berharap mendapat saweran melalui transferan ke nomor rekening Iksoensi.
“Sudah 5 bulan tidak bekerja akibat wabah corona ini, karena anjuran pemerintah masih melarang untuk berkumpul dan melakukan resepsi/pesta. Kami mengikuti dan patuh akan di rumah aja,” ucap Ketua Iksoensi Syamsuar Idham di Jalan Jeruk, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar, Sabtu (27/6).
Syamsuar menambahkan, ada 145 KK yang tercatat masuk di dalam komunitas musik berusia 7 tahun itu. “Di sini kami bernyanyi dan donasi bantuan itu nantinya akan disalurkan kepada semua anggota Iksoensi,” kata dia sembari mengaku belum mendapatkan bantuan dari pemerintah kota.
Ia berharap, wabah virus corona ini segera berlalu, agar para pekerja seni kembali bekerja, dapat memenuhi kebutuhan keluarga. “Lima bulan terakhir kami tidak bisa bekerja dan tak berbuat apa-apa. Musik inilah pekerjaan kami mencari nafkah sehari-harinya,” imbuhnya.
Salah seorang biduan, Inka boru Tarigan mengaku sangat merasakan dampak covid terutama dalam perekonomian keluarganya. Manggung, kata dia, sudah tak pernah di masa pandemi covid. “Parahlah Bang kalau di bilang, biasanya dua sampai tiga kali bisa manggung/tampil dalam seminggu di acara pesta, sekarang ngga ada lagi yang dibawa ke rumah,” katanya sembari berharap wabah ini segera berakhir. (ILHAM)













Komentar