oleh

2 TSK Ditangkap & 1 DPO Polres T.Balai Gelar Konferensi Pers Pencuri Dengan Kekerasan

LINTAS SUMUT | TANJUNGBALAI

Polres Tanjung Balai menggelar Konferensi Pers terkait tindak pidana pencurian, sesuai LP/266/X/2020/SU/RES T. Balai, Tertanggal 24 Oktober 2020, atasnama pelapor, Ratna, Pr, 60, Kristen, Pensiunan PNS/Guru, Jalan Sehat Ujung Lingk. VII, Kel. Bunga Tanjung Kec. Datuk Bandar Timur Kota Tanjung Balai (anak tiri yang menjadi korban dari Selmina Siringo-Ring, Pr, 68 Tahun, Kristen, Mengurus Rumah Tangga, Jalan Sudirman Lingk. I Kel. Perwira Kec. Tanjung Balai Selatan Kota Tanjung Balai (sesuai KTP korban), namun selama ini korban tinggal di Pantai Amor Jalan Asahan Kel. Indrasakti Kec. TB Selatan Kota Tanjung Balai, Senin (26/10/2020)

Dalam paparnya Kapolres Tanjung Balai AKBP Putu Yudha Prawira, didampingi Wakapolres Kompol H Jumanto SH MH, Kasat Reskrim AKP Rapi Pinakri SH SIK dan Kaur Bin Ops Iptu K Sitepu mengatakan, pada Sabtu tanggal 24 Oktober 2020 sekira pukul 08.00 Wib, di Pantai Amor Jalan Asahan Kel. Indrasakti Kec. Tanjung Balai Selatan Kota Tanjung Balai tepatnya didalam rumah milik Selmina Siringo-Rongo, dimana rumah itu juga digunakan sebagai tempat jualan minuman tuak dan rokok atau TKP Pencurian dengan pemberatan sebagaimana dimaksud dalam pasal 363 Ayat (1) ke 4 dan ke 5 Subs pasal 362 dari KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya 7 (tujuh) tahun, Sebutnya.

Dari kejadian tersebut, kita berhasil menangkap tersangka Identitas tersangka Nursalamah Alias Lolom, Pr, 28 Tahun, Islam, Batak, Belum Bekerja, Jalan Harmoni Lingk. I Kel. Selat Lancang Kec. Datuk Bandar Timur Kota Tanjung Balai dan Yusprizal Alias Rizal, LK, 38 Tahun, Wiraswasta, Jalan Prof. M. Yamin SH Lingkungan II Kel. TB Kota IV Kec. Tanjung Balai Utara Kota Tanjung Balai serta Dayat, LK, lebih kurang 40, Nelayan, Kota Tanjung Balai (melarikan diri / belum tertangkap / DPO), Sebutnya

” Personil berhasil menyita barang bukti dari pelaku / tersangka berupa : dari tersangka Nursalamah Alias Lolom diaita, Uang tunai sebesar Rp. 500.000,- (lima ratus ribu rupiah) dari hasil penjualan rokok.

Sedangkan dari tersangka Yusprizal Alias Rizal adalah: Uang tunai sebesar Rp. 300.000,- (tíga ratus ribu rupiah) dari hasil rokok jualan korban yang dijual.

” Modus kejahatan Untuk memenuhí kebutuhan hidup sehari-hari dan jika mendapatkan uang akan digunakan pelaku untuk mencari rumah sewah karena selama ini pelaku belum memilik rumah sewah/kontrakan “, Ungkap Kapolres Tanjung Balai.

AKBP Putu Yudha Prawira melanjutkan, sedangkan peran dari pelaku Nursalamah Alias Lolom dan DAYAT (belum tertangkap/ DPO) berperan sebagai orang yang masuk kedalam rumah Selmina Siringo-Rongo alias Opung, untuk mengambil barang barang berharga milik korban kemudian Dayat menerima barang yang telah Nursalamah Alias Lolom ambil lalu membagi hasil kejahatan tersebut kepada Lolom.

Baca Juga :  Tikam Mahasiswa Nomensen Hingga Tewas, Pria Berstatus DPO Dituntut 12 Tahun

Sedangkan Yusprizal alias Rizal berperan sebagai orang yang memantau situasi diluar tempat kejadian perkara, kemudian mendapat bagian dari hasil kejahatan tesebut dari Dayat berupa berupa 1 (satu) bungkus rokok sempoerna dan uang tunai sebesar Rp. 425.000,-, Ucapnya.

AKBP Putu Yudha Prawira mengaku, pelaku Nursalamah alias Lolom, mengajak Yusprizal alias Rizal, untuk mencuri ditempat korban Selmina Siringo-Rongo alias Opung dengan mengatakan “Ayok bang kita ambil duit OPUNG itu.?” kemudian RIZAL menjawab “jangan lah dek besar resikonya itu, kasihan kita lihat Opung itu.”,

Kemudian Nursalamah Alias Lolom pergi meninggalkan Rizal dan pagi harinya Nursalamah alias Lolom pergi ke tempat / kedai Opung untuk minum teh manis, sambil melihat situasi dimana diletakkan barang berharga milik Opung tersebut, sedangkan Rizal berada sekitar 15 meter dari rumah Opung.

” Teh yang Lolom pesan dibuatkan oleh Opung, yang mana pada saat itu kedainya tersebut memang sudah buka, dengan baiknya Opung menyuruh Lolom untuk meminum teh di meja luar dikarenakan pintu rumah Opung tersebut hendak dikunci dikarenakan ingin mandi.

Berselang tidak terlalu lama, datanglah Dayat ke dalam rumah Opung, lalu mengajak Dayat untuk mengambil uang milik korban dengan mengatakan “bg kita ambil duit Opung itu yok bg ? dan dijawab Dayat “kek mana caranya, dari mana masuknya, pintunya tertutup”

Lebih rinci dipaparkan AKBP Putu Yudha Prawira lagi, kemudian tersangka Lolom jawab “pas mau mandi Opung itu” lalu dengan sigap Lolom langsung memanjat pohon yang berada disamping rumah milik Opung, disusul oleh Dayat yang juga memanjat pohon tersebut

” Lolom dan Dayat masuk kedalam rumah tersebut melalui ujung seng, lalu Lolom turun dari tiang rumah dan bersembunyi di balik pohon mangga yang ada didalam rumah bersama Dayat selanjutnya Lolom menuju ke kamar tidur dan pada saat itu juga korban/Opung melihat Lolom dan berkata “eh ngapain kau masuk” kemudian korban langsung pingsan karena terkejut melihat Lolom dengan posisi duduk diatas kursi dan badan menyandar diatas meja

Melihat hal tersebut tersangka Lolom pun langsung mengambil barang milik korban dan pertama kali yang diambil adalah 1 (satu) buah tas pinggang warna hitam yang berisikan uang tunai yang tidak tersangka ketahui berapa jumlahnya yang terletak disudut tempat tidur.

Kemudian Lolom mengambil 1 (satu) unit handphone yang terletak di kamar tidur berada diatas pakaian juga mengambil rokok yang berada didalam plastik dengan posisi tegantung dikamar sebanyak 13 bungkus dan saat itu tersangka Dayat masih bersembunyi dibalik pohon mangga dan berkata kepada Lolom uda dapat dompet Opung itu ?” lalu Lolom menjawab “uda”, serta Dayat berkata “ambil semua” setelah itu Lolom mengambil dan berikan kepada DAYAT.

Baca Juga :  AKBP Putu Perintahkan Ops Yustisi Polres T.Balai Bersama TNI dan Pemko T.Balai Temukan 159 Pelanggaran & Bagikan Masker gratis

Tidak itu saja, kata AKBP Putu Yudha Prawira menjelaskan, tersangka Dayat juga berkata kepada Lolom untuk mengambil cincin Opung. Mendengar hal tersebut Lolom langsung mengambil cincin tersebut yang berada ditangan jari manis sebelah kiri Opung.

Setelah diambil cincin tersebut, Lolom langsung menyerahkan nya kepada Dayat. Setelah pelaku mengambil barang milik korban, selanjutnya keluar dari rumah tersebut, dengan memanjat pohon yang berada didalam rumah korban melalui ujung seng dan turun melalui pohon yang berada disamping sebelah kanan rumah korban.

Lalu pelaku berdua bertemu dengan Yusprizal Alias Rizal yang sudah menunggu diluar untuk melihat orang yang ada disekitar dan pelaku bertiga menaiki betor disimpang jalan Asahan menuju pajak stasiun untuk menjual cincin emas kepada teman DAYAT sedangkan tersangka Lolom tudak kenal namanya. Sementara tersangka Rizal menunggu diatas betor

Setelah berhasil menjual cincin tersebut seharga Rp. 500.000,- (lima ratus ribu rupiah), pelaku pergi menuju kearah PT Timur Jaya setibanya disana, langsung membagi hasil pencurian tersebut dan Lolom diberikan oleh tersangka Dayat berupa 1 (satu) bungkus rokok surya dan uang tunai sebesar Rp. 500.000,-.

Selanjutnya, Dayat memberikan kepada Rizal berupa 1 (satu) bungkus rokok sempoema dan uang tunai sebesar Rp. 425.000,- sedangkan sisa dari hasil pencurian tersebut ada pada DAYAT.

Kemudian ketiga pelaku berpisah di Jalan Baru, sedangkan tersangka Dayat pergi menaiki betor kearah Teluk Nibung.

” Tersangka Lolom dan Yusprizal alias Rizal kembali lagi ke pasiran / Pantai Amor dan dengan adanya laporan dari Ratna, Alhasil Tersangka Lolom dan Rizal ditangkap pihak Kepolisian pada saat berada di Pantai Amor tepatnya jalan Asahan, Kel. Indra Sakti Kec. Tanjung Balai Selatan Kota Tanjung Balai beserta barang bukti 2 (dua) bungkus rokok dan uang tunai sebesar Rp. 800.000,- (delapan ratus ribu rupiah).

Selanjutnya Kedua pelaku dibawa ke Polres Tanjung Balai untuk dilakukan pemeriksaan sesuai dengan perbuatannya dan dihukum sesuai UU di Negara RI, Pungkas Kapolres Tanjung Balai AKBP Putu Yudha Prawira SIK MH menutup paparannya.(Roby)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Komentar

News Feed

loading...