oleh

Warga Simalungun Menjerit Bayar Air Minum, Usai Digratiskan

Ditambahkan Lipen, biaya pemasangan baru pada PDAM Tirta Lihou termasuk lumayan mahal karena mencapai hingga angka Rp 5 juta. Disamping itu, menurut Lipen bahwa pihak PDAM Tirta Lihou selalu lalai dalam perbaikan maupun pemeliharaan pipa-pipa yang bocor atau rusak, hingga tidak jarang mengakibatkan longsor pada badan jalan. Seperti halnya yang terjadi pada badan jalan di daerah Raya Mas, Kecamatan Raya.

“Akibat tak ada perbaikan pipa bocor, sudah lebih setengah badan jalan longsor akibat bocoran air dari pipa,” tambah Lipen.

Melalui aksinya, Lipen Simanjuntak berharap agar Pemerintah Kabupaten Simalungun mengevaluasi kinerja PDAM Tirta Lihou, mulai dari petugas di kecamatan hingga Dirutnya. PDAM seharusnya dapat melayani ketersediaan air yang dibutuhkan masyarakat selaku pelanggan dengan tarif yang benar, sesuai aturan yang berlaku.

Baca Juga :  Perayaan Paskah Oikumene 2026 Tapteng: Momentum Bangkit dan Pulih Pasca Bencana

Lipen Simanjuntak juga berharap agar petugas PDAM Tirta Lihou melakukan sosialisasi atas tarif air, mana yang tarif sosial, tarif R1 dan lainnya. Sehingga warga selaku pelanggan benar-benar mengetahui hak dan kewajibannya.

“Selama ini tidak ada sosialisasi, sehingga yang seharusnya pelanggan dikenakan tarif R1, malah digolongkan ke tarif R3, ujar Lipen Simanjuntak.

Baca Juga :  Wabup Tapteng Doakan 55 Calon Haji Sehat dan Lancar Beribadah

Sementara Luri yang merupakan bagian SPI (Satuan Pengawas Internal) PDAM Tirta Lihou menerima seluruh keluhan yang disampaikan peserta aksi dan berjanji akan menyampaikan ke pihak manajemen untuk segera turun ke lapangan serta mencari solusi permasalahan yang ada.

“Direktur tidak ada di tempat karena sedang melayat. Keluhannya kita terima dan akan kita sampaikan ke pihak manajemen untuk ditindak lanjuti,” ujar Luri.(Ilham)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Komentar