LINTASSUMUT.COM, TAPTENG |
Masyarakat Desa Bottot, Kecamatan Sorkam, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), menyampaikan klarifikasi sekaligus bantahan tegas terhadap pernyataan Kepala Desa Bottot nonaktif, Dedy Azhari Silitonga, yang beredar dalam sebuah video di media sosial terkait perannya pascabencana banjir.
Dalam pernyataan sikap yang disampaikan masyarakat kepada media, Kamis (22/01/2026)
Mereka menilai keterangan yang disampaikan Kades nonaktif tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
Pertama, terkait klaim pelangsiran warga ke Desa Pananggahan. Masyarakat menegaskan hal tersebut tidak benar.
“Mobil milik Kades nonaktif disebut hanya melangsir keluarga dan kerabatnya, bukan masyarakat umum. Faktanya, warga Desa Bottot menyelamatkan diri secara mandiri dengan berpindah dari rumah-rumah di wilayah rendah ke rumah yang lebih tinggi, dari hilir ke hulu desa, “ucap warga saat menyampaikan bantahan pernyataan Kades Nonaktif itu
Kedua, klaim penyaluran bantuan sembako juga dibantah. Sepengetahuan masyarakat, bantuan yang masuk ke Desa Bottot tidak berasal dari Kades nonaktif, melainkan dari berbagai pihak, yakni:
1.Bantuan putra daerah Bottot yang merantau di Kabanjahe atas nama Riyan Anda Marbun
2.Bantuan sembako dari Pemerintah Kabupaten Tapteng yang disalurkan langsung oleh Plt Kepala Desa Bottot, Julinda Pasaribu, dan dilakukan berulang kali
3.Bantuan putra daerah Teluk Roban dari Medan
4.Bantuan dari organisasi kemasyarakatan dari Medan dan Jakarta.
5.Bantuan dari Sirandorung atau Muslimat NU
6.Bantuan dari putra DesaPanjait atas nama Sunardi Panjaitan.
Ketiga, terkait pernyataan penyaluran bantuan air bersih juga dinilai tidak benar.
Masyarakat menjelaskan bahwa Desa Bottot memiliki sumber air bersih sendiri, berupa sumur di masing-masing rumah warga, sehingga tidak ada distribusi air bersih seperti yang diklaim.
Atas dasar tersebut, masyarakat Desa Bottot meminta dengan tegas agar Kepala Desa Bottot nonaktif, Dedy Azhari Silitonga, diberhentikan secara permanen karena dinilai telah melakukan pembohongan publik melalui pernyataannya di media sosial.
“Harapan kami, Kepala Desa nonaktif diberhentikan secara permanen karena telah menyampaikan pernyataan yang tidak sesuai fakta,” tegas masyarakat Bottot dalam pernyataan sikap mereka.
Sebelumnya diberitakan, Kades Bottot nonaktif Dedy Azhari Silitonga mendatangi Kantor Inspektorat Tapteng pada Selasa (20/1/2026) untuk menyelesaikan proses pascanonaktif dari jabatannya. Ia mengaku menyerahkan bukti dan laporan selama masa pelatihan.
Meski berstatus nonaktif, Dedy menyatakan dirinya tetap berperan aktif dalam penanggulangan banjir dan longsor di Desa Bottot pada 25 November 2025 lalu, termasuk mengerahkan kendaraan pribadi, mengevakuasi warga ke lokasi aman, serta menyalurkan bantuan kemanusiaan.
Namun, klaim tersebut secara tegas dibantah oleh masyarakat Desa Bottot, yang menyatakan fakta di lapangan tidak sesuai dengan pernyataan yang disampaikan ke publik.
(Ded)







Komentar