oleh

Tak Ingin Pelajar Terdampak Bencana Kesulitan Sekolah, Masinton Pasaribu Siapkan 3 Bus

Lintassumut.com, Tapteng | Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Pemkab Tapteng) menunjukkan perhatian terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak yang terdampak bencana banjir bandang dan longsor 25 November 2025 lalu.

Pasalnya, sebagian anak sekolah yang terdampak bencana kini harus menempuh jarak lebih jauh menuju sekolah setelah mereka direlokasi ke hunian tetap (huntap) maupun rumah susun sederhana sewa (Rusunawa).

Untuk meringankan beban para siswa dan orang tua, Pemkab Tapteng menyediakan armada bus sekolah yang akan digunakan untuk mengangkut anak-anak terdampak bencana menuju sekolah.

Penyerahan armada bus sekolah tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu kepada Kepala Dinas Pendidikan Tapteng Johannes Simanjuntak, S.Pd., MM., di halaman Kantor Dinas Pendidikan Tapteng, Jumat (25/9/2026).

Dalam arahannya, Bupati Masinton menegaskan bahwa penyediaan transportasi sekolah tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah daerah dalam memastikan anak-anak tetap mendapatkan akses pendidikan meskipun menghadapi kondisi pascabencana.

“Dengan adanya mobil ini, menjadi bukti nyata hadirnya Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah dalam melayani dan menunjang sarana pendidikan bagi anak-anak didik kita, khususnya yang terdampak bencana alam,” ujar Masinton.

Baca Juga :  Pimpin Apel Perdana, Kapolres Sibolga Tegas: Anggota Terlibat Narkoba dan Aktivitas Ilegal Tak Ada Ampun

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Tapteng Johannes Simanjuntak menyampaikan apresiasi atas perhatian Bupati terhadap kebutuhan transportasi para siswa terdampak bencana.

“Ini merupakan langkah pertama dalam sejarah pemerintahan Kabupaten Tapanuli Tengah, di mana ada pengadaan bus sekolah khusus layanan dasar bagi anak didik terdampak bencana,” ungkap Johannes.

Ia menjelaskan, armada tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan transportasi harian siswa yang terdampak bencana dan saat ini harus menempuh perjalanan lebih jauh menuju sekolah.

Menurutnya, pengadaan mobil angkutan sekolah tersebut bersumber dari APBD Kabupaten Tapanuli Tengah. Berdasarkan pendataan sementara, terdapat sekitar 235 anak didik terdampak bencana yang akan menjadi sasaran layanan transportasi tersebut.

Pada tahap awal, Pemkab Tapteng menyediakan tiga unit armada bus sekolah. Ke depan, pemerintah daerah juga berencana menambah armada dengan ukuran yang lebih besar sesuai kebutuhan di lapangan.

Baca Juga :  Hujan Deras Picu Banjir di Tiga Kecamatan Tapteng, 15 KK Dievakuasi

Adapun rute yang diprioritaskan antara lain:
Rute pertama, penjemputan siswa dari kawasan Rusunawa Pandan menuju sekolah sementara tingkat SD yang berada di Hutanabolon.
Rute kedua, penjemputan siswa dari kawasan Huntap Asrama Haji Pinangsori menuju sejumlah sekolah SD dan SMP di wilayah tersebut.

“Layanan ini menyasar sekitar 235 siswa untuk membantu para orang tua kita yang mungkin kehilangan mata pencaharian akibat bencana. Ini membuktikan Pemkab Tapteng hadir agar anak-anak kita semakin bersemangat untuk menuntut ilmu,” kata Johannes.

Penyediaan bus sekolah ini diharapkan tidak hanya mempermudah mobilitas siswa, tetapi juga memastikan kondisi pascabencana tidak menjadi hambatan bagi anak-anak Tapteng untuk tetap bersekolah.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga keberlanjutan pendidikan bagi anak-anak yang hingga kini masih menjalani proses pemulihan pascabencana.(Ded)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Komentar