Lintas Sumut | Asahan –
Tongkat komando Polres Asahan resmi berganti. AKBP Adi Dharma Pramudhita, SH, SIK, M.Sc.IT kini memikul tanggung jawab besar menjaga 800 ribu jiwa di Kabupaten Asahan. Dua pekerjaan rumah (PR) lama yang belum tuntas menanti, peredaran narkoba dan rokok ilegal, Rabu (23/9/26).
Posisi geografis Asahan menjadi tantangan tersendiri. Kabupaten ini diapit dua wilayah pesisir yang dikenal rawan yaitu Kabupaten Batu Bara dan Kota Tanjungbalai, yang selama ini kerap menjadi pintu masuk narkotika dari jalur laut.
Di era Kapolres lama AKBP Revi Nurvelani, SH, SIK pemberantasan narkoba menjadi fokus utama dengan memutus mata rantai peredaran.
Namun fakta di lapangan, Asahan masih darurat narkoba. Hampir setiap minggu Satres Narkoba Polres Asahan mengungkap kasus sabu-sabu skala kecil pemakai dan pengecer, namun belum menyentuh sang bandar.
PR kedua yang tak kalah pelik adalah rokok ilegal. Peredaran rokok tanpa pita cukai dengan merek-merek seperti Luffman, Manchester dan lainnya masih marak di warung-warung eceran hingga ke pelosok kecamatan.
Kerugian negara dari sektor ini ditaksir miliaran rupiah per tahun, sekaligus mematikan pedagang legal yang taat pajak.
Publik Asahan kini menanti gebrakan nyata 100 hari pertama Kapolres baru. Bukan sekadar razia seremonial, tapi penindakan yang menyentuh bandar dan distributor, bukan hanya pengguna dan pengecer kecil.
“Masyarakat Asahan tidak butuh Kapolres yang hanya ramah diacara Forkopimda. Mereka butuh Kapolres yang ditakuti bandar Narkoba dan Mafia rokok”, ucap Syahrial yang juga aktivis anti Narkoba di Asahan. (Abib)













Komentar