Lintassumut.com|Belawan-
Pelaku perampokan terhadap Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Medan Belawan berhasil ditangkap. Pelakunya Arjun (27) warga Kecamatan Medan Belawan, pelaku terpaksa ditembak kakinya karena melakukan perlawanan saat ditangkap, Senin (13/07/20)
Kapolres pelabuhan belawan AKBP M.R.Dayan mengatakan, tersangka Arjun merupakan residivis kasus pencurian dengan kekerasan, sudah dua kali ditembak dan dua kali dihukum dalam kasus yang sama.
“Tersangka ini terbilang bandel dan suda sering keluar masuk penjara, terakhir tersangka ini keluar karena asimilasi. Namun tersangka tidak tobat juga bahkan semakin bringas,” Ucap Dayan saat memperkenalkan tersangka di polsek belawan, Selasa (14/07/20).
Saat ditanya penyidik, tersangka Arjun mengaku sejak keluar dari rumah tahan negara (Rutan) akibat asimilasi Covid 19 pada awal tahun 2020, sudah melakukan perampokan beberapa kali di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan.
Penangkapan tersangka berkat informasi dari korban, setelah diketahui ciri – cirinya pihaknya melakukan penyelidikan di lapangan. Saat itu, tersangka sedang di kawasan Tanjung Mulia. Kemudian, petugas di lapangan melakukan pengejaran.
“Pada saat di tangkap, dia (pelaku) berusaha kabur sambil melawan petugas. Setelah dilakukan tembakan peringatan dia tetap kabur, akhirnya tim unit reserse belawan memberi tindakan secara tegas dan terukur,” jelas Dayan.
Pihaknya juga masih melakukan pengembangan terhadap dua temannya yang terlibat dalam kasus perampokan tersebut.
Diketahui, perampokan dialami Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Medan Belawan, Ade Irawan (42) terjadi di Kampung Salam, Kecamatan Medan Belawan, Jumat (10/07/20) malam lalu.
Akibat perampokan itu, tas milik Panitia Pengawas Kecamatan, Kecamatan Medan Belawan berisikan satu unit laptop inventaris milik Panwaslu Kecamatam Medan Belawan dan Hp dibawa kabur para pelaku. Kasus itu telah dilaporkan ke Mapolsek Belawan dengan laporan STPL/54/VII/2020/SU/Pel-Blw/Sekta-Belawan.

Malam itu, korban bersama rekannya berboncengan naik sepeda motor. Saat melintas di lokasi, tiba – tiba hujan, mereka berhenti untuk memakai mantel hujan.
Pada saat itu, tiga kawanan perampok menggunakan senjata tajam menodong pisau ke arah mereka bedua. Tas yang dipegang oleh korban langsung dirampas para pelaku.
(Rj Samosir)







Komentar