oleh

Peneliti : Setengah Indonesia Akan Terinfeksi Jika Tak Lakukan Lockdown

Lintas Sumut | Jakarta – Menurut para peneliti, setengah dari populasi Indonesia diperkirakan akan terinfeksi virus corona di Indonesia jika tak kunjung diberlakukan lockdown.

Hingga hari ini, tercatat ada 1.046 kasus positif virus corona yang dikonfirmasi Indonesia dengan jumlah kematian mencapai 78 jiwa. Jika jumlah ini terus meningkat, maka ini membuat Indonesia mendapat predikat sebagai negara dengan death-rate tertinggi di dunia mengingat Indonesia telah mencatat rekor kematia tertinggi akibat Covid 19 di Asia Tenggara.

Media Inggris Daily Mail menyoroti bahwa pemerintah Indonesia hanya melakukan sekitar 2000 tes covid-19 dari 270 juta jiwa yang mendiami negara ini.

Para peneliti percaya jika Indonesia melakukan pengujian dengan lebih luas, hasilnya jutaan orang diprediksi akan terinfeksi virus corona pada beberapa bulan mendatang, dikutip dari suara.com.

Profesor Susanto, ahli matematika terapan di University of Essex di Inggris ini memperkirakan 50 persen penduduk Jakarta akan terinfeksi dalam 50 hari sejak kasus pertama dikonfirmasi pada 2 Maret lalu. Prediksi

“Kita menggunakan Jakarta sebagai sampel dengan populasi sekitar 10 juta orang. Pada puncaknya, virus ini dapat menginfeksi 50 persen populasi. Itu bisa lebih parah jika pemerintah tak memberlakukan lockdown,” ungkapnya.

“Biasanya, para peneliti berharap bahwa perhitungan mereka benar, tapi dalam kasus ini kami tidak ingin perhitungan ini benar,” kata Profesor Susanto kepada The Australian.

Sementara itu, peneliti Iqbal Ridzi Elyazar dari Eijkman-Oxford Clinical Research Unit (EOCRU) mengatakan sekitar 70.000 warga Indonesia diprediksi akan terinfeksi virus pada akhir April.

“70.000 kasus mungkin terdengar menakutkan, tetapi itulah yang akan terjadi jika tak ditangani dengan tepat. Presiden telah mendesak publik untuk melakukan social distancing, dan kami harap semua orang mematuhinya sehingga bisa mengurangi waktu penggandaan,” jelas Elyazar.

Ia dan timnya membandingkan tingkat kasus Indonesia dengan Iran dan Italia yang sama-sama memiliki level penyebaran virus yang cepat.

Elyazar memperingatkan, “Tingkat infeksi di Indonesia meningkat dua kali lipat dalam tiga hari terakhir. Semakin pendek waktu penggandaan, semakin berbahaya.”

Kasus virus corona di Indonesia ini mendapat perhatian dari negeri tetangga Australia. Perdana Menteri Australia Kevin Rudd pun merilis pernyataan.

“Teman dan tetangga kita Indonesia yang berpopulasi 275 juta jiwa, sekarang berada di puncak bencana virus corona. Ini berdampak pada keamanan nasional bagi Jakarta dan Canberra. Ini akan membutuhkan solodaritas dan diplomasi yang tepat kedepannya,” tulis Rudd melalui Twitter-nya (25/3/2020).

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Komentar

News Feed