Lintas Sumut | Asahan –
Terkait kegiangan jenis tanah timbun yang beroperasi didepan rumah Kades Sei Alim Desa Sei Alim Hasak, Kec. Sei Dadap Kabupaten Asahan. Kades tegur pengusaha.
“Saya sudah menghimbau penanggung jawab kegiatan agar melengkapi izin galian, mungkin dalam waktu dekat izin mereka akan dilaporkan ke pemdes”, ujar M. Arifin selaku Kepala Desa Sei Alim Hasak Kecamatan Sei Dadap Kabupaten Asahan saat dikonfirmasi awak media di ruangan kerjanya di Desa Sei Alim belum lama ini, Selasa (16/6).
Menurutnya, kegiatan galian itu untuk meratakan tanah berbukit untuk dijadikan perumahaan.
Pantauan awak media kegiatan itu melibatkan sejumlah alat berat seperti Beko dan puluhan truk pengangkut tanah yang melintasi sejumlah jalan penghubung Kecamatan Sei Dadap dengan Kecamatan Kisaran Timur.
Anehnya pada kawasan galian belum nampak plang permohon izin awal dari dinas terkait, sehingga pegiat lingkungan hidup Asahan menduga kegiatan itu ada main mata dengan pihak pengusaha dan penegak hukum.
“Kita berharap pengusaha profesional dan transparan akan kegiatan tambang supaya tidak menimbulkan kecurigaan tak berizin atau ilegal”, ungkap AP (38) selaku warga Asahan.
Sementara itu sejumlah pengusaha tambang yang sama merasa keberatan jika kegiatan itu belum melengkapi izin. Seperti yang dikatakan UM, tak sedikit biaya habis untuk mendapatkan izin galian C dari Provinsi hingga Kabupaten.
“Kenapa kegiatan yang sama bisa beroperasi jika izinnya diduga belum lengkap, pihak penagak hukum diminta lebih propesional menanggapi keluhan pengusaha tambang lain di Asahan, jika dibenarkan tanpa izin kedepan kita akan lakukan hal yang sama”, tuturnya.
Informasi yang dihimpun, kegiatan tambang di Asahan semakin menggiurkan keuntungannya sebab sejumlah pengusaha batu bata di sejumlah kecamatan di Asahan memproduksi bata dari tanah urug kegiatan tambang. Batu bata yang di produksi informasinya dijual hingga keluar provinsi dan menjadi ingkam pendapatan masyarakat Asahan di sejumlah kecamatan.
Sementara itu, Kapolres Asahan AKBP Nugroho Dwi Karyanto SIK ketika dikonfirmasi terkait kegiatan ini mengaku akan mengecek kegiatan tersebut. “Akan kita cek, terimakasih infonya”, jela. (ZN)













Komentar