oleh

PD KAMMI Gelar Aksi Peduli Untuk Negeri DPRD T.Balai Terima Audensi

LINTAS SUMUT | TANJUNGBALAI

Sekelompok masyarakat yang mengatasnamakan Pengurus Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PD KAMMI) Kota Tanjung Balai menggelar aksi didepan kantor DPRD Tanjung Balai, menolak pembelajaran jarak jauh, Selasa (4/8) sekitar pukul 09.30 Wib.

Koordinator aksi Vicky Rahman Sambas mengaku, Aksi Peduli Untuk Negeri yang dilakukan PD KAMMI Kota Tanjung Balai, juga dalam bentuk Aksi Pawai Dimuka Umum dengan jumlah aksi massa lebih kurang puluhan orang dengan titik kumpul didepan Mesjid Raya.

Lanjut Vicky Rahman Sambas, PD KAMMI Kota Tanjung Balai, menuntut untuk menolak Usulan Menteri Pendidikan tentang Pendidikan jarak jauh disekolah, semua itu banyak masyarakat yang tidak mampu untuk melaksanakannya karena keterbatasan ekonomi, juga menuntut Keadilan dan pembebasan Palestina.

” Mengecam tindakan yang melakukan pembakaran fhoto ulama besar kita Habib Reziek serta meminta untuk bagaimana Keadilan bisa bersiri demi pembebasan Palestina “, Ketusnya.

Anggota DPRD kota Tanjung Balai menerima perwakikan aksi untuk melakukan dengar pendapat di Ruang Rapat Gedung DPRD Kota Tanjung Balai dijalan Jend Sudirman Kelurahan Perwira Kecamatan Tanjung Balai Selatan Kota Tanjung Balai

Baca Juga :  M Ishak Hutasuhut Kembali Terpilih Menjadi Ketua Al Washliyah Siantar Periode 2026 - 2031,Dengan Suara Terbanyak

Dalam audensi PD KAMMI diruang rapat DPRD Kota Tanjungbalai yang hadir anggota dewan Ariston Silaloho sebagai pemimpin rapat, didampingi Mas Budi, Dahman Sirait, Teddy Erwin, Nurul, Ir Rusnaldi Darma dan perwakilan massa sebanyak sepuluh orang.

Mendengar aspirasi dari pengunjuk rasa, Pimpinan rapat Arison Sialohi menyampaikan kita harus berpikir jauh karena apabila sistem tatap muka dilaksanakan dan apabila terpapar Dua (2) orang saja disekolah siapa yang akan bertanggung jawab nantinya pastinya Pemerintah juga yang disalahkan, Ucapnya.

” Saat ini sedang pendemii Virus Corona dan karena situasi dan kondisi sekarang ini maka orang tua diharapkan maklum “, Sebutnya.

Sedangkan Teddy Erwin menyampaikan Daring ini kita memang harus kita pahami dulu dan memang kita harus terima kondisi saat ini.

Ket Foto : RDP antara Pengunjukrasa dan DPRD T.Balai

” Jika ada yang menjamin di negara kita sudah bebas dari Covid 19 kita akan melakukan / melaksanakan pembelajaran tatap muka serta tidak tahu gimana cara penularan virus ini dan diri pun bingung tapi mau gimana lagi “, Benernya

Sementara anggota DPRD lainnya Mas Budi mengatakan, Kita harus sampaikan juga kepada Dinas Pendidikan karena masih ada beberapa sekolah yang tidak mendapatkan wifinya.

Baca Juga :  Bupati Simalungun Hadiri Rakornas di Kementan RI: Usulkan Penguatan Infrastruktur Pertanian dan Cetak Sawah Baru

Untuk masalah Pembakaran Photo Habid Riziek kita berharap kepada kepolisian agar bertindak tegas supaya oknum yang berbuat, dilakukan penangkapan. Sedangkan untuk Negara palestina semoga terlepas dari penjajahan dan harapan kita Pemerintah serius menaggapi agar palestina menghirup udara yang segar dan aman, Imbuhnya.

Daman Sirait mengaku, memang pembelajaran ini dilaksanakan dengan jarak jauh dan tujuannya pasti tidak efektip sedangkan yang bertatap muka saja pun masih kurang efektip tapi gimana lagi itu kondisinya sekarang.

” Semoga masalah Pandemi Virus Covid 19 ini semoga berakhir dan mendesak Dinas Pendidikan untuk melakukan rapat disekolah sekolah melalui komite untuk dilakukan pembelajaran tatap muka.

Diakhir pentampaian tersebut, Kita akan tindak lanjuti permasalahan ini secepatnya kepada Pemerintah kota untuk menanggapi dan melaksananya sistem pembelajaran tatap muka, Pungkasnya menutup.

Mendengar pengakuan dari beberapa anggota DPRD kota Tanjung Balai, akhirnya pengunjuk rasa membubarkan diri dengan tertib dan tenang.

(Ambon/Roby)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Komentar