oleh

Pacific Partnership 2026 Resmi Dibuka, Ribuan Peserta Ikuti Latihan Kemanusiaan Internasional di Tapteng

Lintassumut.com, Tapteng | Latihan bersama kemanusiaan internasional Pacific Partnership 2026 resmi dibuka di Lapangan GOR Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Senin (21/7/2026).

Rangka Kegiatan ini melibatkan hampir 5.000 peserta dari Indonesia, Amerika Serikat, Australia, Kanada, Jerman, dan Singapura.

Kegiatan ini Mengusung tema “Partnership, Collaboration and Interoperability for Crisis Response”, Pacific Partnership 2026 bertujuan meningkatkan interoperabilitas antara unsur kesehatan militer dan sipil dalam pelayanan medis, memperkuat pertukaran pengetahuan di bidang kesehatan, serta meningkatkan kerja sama internasional dalam penanggulangan bencana.

Komandan upacara dalam laporannya menyampaikan, rangkaian kegiatan meliputi simulasi penyelamatan korban bencana di perairan, evakuasi korban dari gedung, pelayanan kesehatan, pelatihan kesiapsiagaan rumah sakit menghadapi bencana (Hospital Disaster Plan), penyuluhan kesehatan, kegiatan community relations seperti pengenalan budaya dan English Day, penanaman mangrove, hingga olahraga bersama.

Sebanyak 4.940 peserta mengikuti kegiatan tersebut, terdiri atas 279 personel TNI-Polri, 158 personel Amerika Serikat, 5 personel Australia, 15 personel Kanada, 3 personel Jerman, 3 personel Singapura, 440 unsur pemerintah daerah, sekitar 2.537 pelajar dari tingkat SD, SMP, dan SMA, serta 1.500 masyarakat umum.

Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) TNI Mayjen TNI dr. Hady Juanda, Sp.PD., M.A.R.S., CFrA mengatakan Pacific Partnership merupakan misi kemanusiaan dan kerja sama multilateral terbesar di kawasan Indo-Pasifik yang menjadi simbol persahabatan antarnegara dalam memperkuat ketahanan masyarakat melalui sektor kesehatan, penanggulangan bencana, pendidikan, dan bantuan kemanusiaan.

Menurut Hady, Indonesia telah menjadi tuan rumah Pacific Partnership sejak 2010. Namun, pelaksanaan di Sibolga dan Tapanuli Tengah yang semula dijadwalkan pada 2020 harus ditunda akibat pandemi COVID-19 dan baru dapat terlaksana pada tahun 2026.

Baca Juga :  Pimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional, Wabup Tapteng Tekankan ASN Berikan Pelayanan Terbaik Kepada Masyarakat

“Latihan bersama ini bukan hanya menjadi sarana berbagi pengalaman dan pengetahuan, tetapi juga mempererat hubungan serta komunikasi antarinstansi dan antarnegara dalam menghadapi berbagai tantangan kemanusiaan,” ujar Mayjen Hady.

Ia menambahkan, kegiatan tahun ini juga mencakup pembangunan dan renovasi fasilitas umum, termasuk ruang kelas sekolah dasar, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan melalui pelatihan dan diskusi ilmiah, pertukaran ilmu pengetahuan medis, pelatihan kesiapsiagaan rumah sakit menghadapi bencana, serta penyuluhan kesehatan kepada masyarakat.

Hady berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk saling belajar, berbagi praktik terbaik, dan memperkuat jejaring kerja sama guna meningkatkan pelayanan kesehatan serta respons terhadap situasi krisis akibat bencana.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, Pemerintah Kota Sibolga, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, TNI, Polri, serta seluruh mitra internasional yang telah mendukung terselenggaranya Pacific Partnership 2026.

Sementara itu, Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu menyebut Pacific Partnership 2026 merupakan bukti nyata kerja sama antarnegara yang tidak hanya berfokus pada aspek pertahanan, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui berbagai program kemanusiaan.

Menurutnya, bahkan sebelum pembukaan resmi, personel Angkatan Laut Amerika Serikat telah melaksanakan berbagai kegiatan sosial di Tapanuli Tengah, seperti perbaikan fasilitas sekolah, edukasi kepada masyarakat, serta pembelajaran bahasa Inggris bagi para pelajar.

Baca Juga :  Bupati Simalungun Tinjau Museum ,Pelestarian Sejarah dan Budaya sebagai Fondasi Utama Pembangunan Daerah

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena tidak hanya memperkuat kerja sama pertahanan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata di bidang pendidikan, kesehatan, dan manajemen kebencanaan, khususnya bagi Sibolga dan Tapanuli Tengah yang beberapa waktu terakhir terdampak bencana,” ujar Masinton Pasaribu.

Hal senada juga disampaikan, Wakil Kepala Biro Kedokteran dan Bedah Angkatan Laut Amerika Serikat, Laksamana Muda David Buzzetti, mengatakan kehadiran tim Amerika Serikat tidak hanya untuk memberikan pelatihan di bidang kesehatan, teknis, dan budaya, tetapi juga memperkuat komunikasi serta kolaborasi dengan seluruh instansi di Indonesia.

“Kami berharap kolaborasi ini semakin memperkuat hubungan antara Indonesia dan Amerika Serikat, sehingga ke depan kita dapat terus bekerja sebagai satu tim untuk menghasilkan sesuatu yang lebih baik dan lebih kuat,” ujar David Buzzetti melalui penerjemah.

Acara pembukaan turut dihadiri Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu, Wakil Bupati Mahmud Efendi Lubis, Danrem 023/KS Kolonel Inf Budiarso, Kapolres Tapanuli Tengah, Kapolres Sibolga, Danlanal Sibolga Letkol Laut (P) Haka Andinantha, M.Tr.Opsla, unsur Forkopimda Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga, Wali Kota Sibolga Sukri Nazri Pinarik beserta Wakil Wali Kota, serta sejumlah pejabat TNI, Polri, pemerintah daerah, dan mitra internasional. Kegiatan Pacific Partnership 2026 di wilayah Sibolga dan Tapanuli Tengah dipusatkan di bawah koordinasi Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Sibolga. (Ded)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Komentar