LINTASSUMUT.COM, NIAS | Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Nias kembali menorehkan keberhasilan dalam menjaga kedaulatan laut Indonesia. Tim patroli Lanal Nias berhasil menggagalkan aksi penangkapan ikan menggunakan bahan peledak (bom ikan) di perairan Hibala, Kabupaten Nias Selatan, pada pekan lalu.
Komandan Lanal Nias, Kolonel Laut (P) Lexi Effraim Dumais, menjelaskan bahwa pengungkapan ini berawal dari laporan masyarakat mengenai aktivitas mencurigakan di perairan Desa Reke, Kecamatan Pulau-Pulau Batu Barat. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim patroli segera bergerak dan menemukan KM Rezeki tengah beroperasi secara ilegal.
“Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan 13 botol besar dan 15 botol kecil bom ikan, 49 botol kosong, 22 kilogram bubuk potasium, 191 sumbu peledak, serta perlengkapan pendukung seperti kompresor, mesin dompeng, GPS, dan alat selam. Tak hanya itu, sekitar 1 ton ikan hasil tangkapan juga ikut diamankan sebagai barang bukti.”ucap Kolonel Laut (P) Lexi Effraim Dumais saat melakukan konfrensi pers di mako AL Nias. Minggu (02/11/2025)
Lanjutnya, Sebanyak tujuh awak kapal kini diamankan di Mako Lanal Nias untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kolonel Lexi menegaskan bahwa penggunaan bahan peledak dalam menangkap ikan merupakan tindak pidana berat yang tidak hanya merusak ekosistem laut, tetapi juga membahayakan keselamatan manusia.
“Kami tidak akan mentoleransi praktik ilegal seperti ini,” tegasnya.
Ia menambahkan, hingga awal November 2025, Lanal Nias telah menggagalkan tiga kasus serupa, sebagai bagian dari pelaksanaan instruksi Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali tentang penguatan penegakan hukum di laut.
Sementara itu, Wakil Bupati Nias Selatan, Ir. Yusuf Nache, menyampaikan apresiasinya kepada Lanal Nias atas tindakan cepat dan tegas tersebut.
“Langkah ini penting untuk menjaga kelestarian laut sebagai sumber kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Dari hasil investigasi Lintassumut.com, kapal KM Rezeki yang digunakan dalam aksi pengeboman ikan tersebut diduga milik warga Sibolga, dan disebut-sebut merupakan bagian dari kelompok Samani, yang kerap beroperasi di perairan barat Sumatra.
Seorang nelayan kecil di Sibolga yang ditemui di salah satu tangkahan turut menyampaikan dukungannya kepada TNI AL Nias.
“Kapal peledak KM Rezeki itu milik warga Sibolga, bang. Kami nelayan sangat mengapresiasi kinerja TNI AL Nias yang tegas menjaga laut. Kami harap TNI AL Sibolga juga bisa meniru ketegasan itu untuk memberantas kapal-kapal perusak ekosistem,” ujarnya.
Melalui operasi ini, TNI AL berharap dapat menimbulkan efek jera bagi para pelaku serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak lagi menggunakan bahan peledak dalam aktivitas penangkapan ikan.(ded)







Komentar