Lanjutnya, pengelolaan pemanfaatan dan pengelolaan potensi hutan merupakan program unggulan pemerintahan Pusat (Jokowidodo) untuk memberdayakan rakyat.
Usai meresmikan lokasi wisata, Wahyudi juga dihunjuk warga setempat meletakkan batu pertama pembangunan Mushola di kawasan itu, selain itu Wahyudi juga terus mendorong prestasi desa sehingga terpilih menjadi Desa Percontohan Maritim di Indonesia yang belim lama ini menyedot perhatian pemerintah Pusat untuk datang ke Asahan.
Sementara itu, Kades Silo Baru Sofyan juga mengapresiasi warganya yang memiliki dedikasi tinggi dan kreatif membangun tempat wisata baru di Asahan dan telah menciptakan kuliner Bakso Udang Sifot Desa Silo Baru.
Sementara itu, Paimun kepada wartawan mengaku sejumlah pangan seperti Dodol Mangrove dari buah Pohon Bako dan hasil bumi dari hutan telah dihasilakan.
Sebanyak 42 hektare kawasan hutan telah diberikan Kementrian izin pengelolaannya oleh kelompok tani yang ia pimpin dan ia rintis sejak tahun 2004 lalu. Pantauan awak media sekira 300 kenderaan wisatawan memadati kawasan itu dalam sehari.
Wisata Hutan Mangrove itu memiliki jembatan wisata kebibir Pantai sepanjang 800 meter, selain memanjakan mata kawasan wisata itu dilengkapi dengan sejumlah Joglo persinggahan Wisatawan dan pulau Burung yang menambah indahnya pemandangan. (ZN)







Komentar