oleh

Ini Kata Ketua STP Sibolga, Soal Perubahan Warna Air Laut di Pesisir Pantai

-BERITA-1,761 views

LINTAS SUMUT |SIBOLGA

Ketua Sekolah Tinggi Perikanan (STP) Sibolga, Lucian Pahala Sitanggang sekaligus Kasubbid inovasi dan teknologi Bappeda kota Sibolga, mengatakan.

Perubahan warna air yang terjadi di pesisir pantai di Sibolga ini dikenal secara ilmiah disebut dengan Red Tide. Dimana terjadi bluming alga itu biasa memberikan warna merah kecoklatan.

“Perkembangan Fitoplankton kelas dinoflagelata yang menyebabkan Paralytic Sellfish Poisoning (PSP) bisa berkembang cukup baik,” kata Lucian, Rabu 2 Juni 2021.

Ada 2 asumsi mungkin yang menyebabkan kenapa pelimpahan dinoflagelata ini cukup besar di bibir pantai Sibolga.

Dijelaskannya, pertama secara Hidrologis merupakan reaksi dari proses akweling dan weling untuk Plankton pasang surut.

Yang kedua secara pelimpahan nutrisi di perairan itu biasa hasil dari pembuangan limbah organik baik dari sisa metabolisme sisa manusia atau pembuangan (BAB) masyarakat yang jatuh langsung ke laut, yang tidak menggunakan Sepsitank.

“Penyebab ini tentunya masih dikaji, saya yakin LHKP Sibolga cukup kompeten melakukan itu, dan litbang Pemko Kota Sibolga akan tetap mendukung upaya itu,” sebutnya.

Pihaknya berasumsi melalui dukungan LHKP sudah mencoba berangkat ke pulau pulau kecil yang ada di Sibolga-Tapteng sampai ke Pulau Mursala.

“Ternyata blumi alga tidak sampai kesana. Jadi kemungkinan besar penyebab utamanya bukan karena reaksi biologis atau fenomenal sistem perairan tetapi karena pelimpahan nutrisi organik,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pelindo Multi Terminal Dorong Budaya Kepemimpinan Berkarakter dan Berintegritas

Masih kata Lucian, yang ada disekitaran pantai Sibolga. Khusus nya di Kelurahan Sibolga Ilir. Bagaimana cara mengatasinya setelah diamati di laboratorium STP Sibolga.

“Kebetulan saya sudah ngirim video dan hasil foto Microsoft dengan hasil perbesaran 40 ribu kali, terbukti dengan jenis Plankton yang melimpah di Sibolga didominasi oleh ginodium, dua hari yang lalu saya asumsi kemungkinan besar ini adalah ginodium yang berasal dari dinoflagelata,” ucapnya.

Apa dampak terburuk terhadap lingkungan?, buruknya ikan-ikan akan mengalami anoksik kurangnya pelimpahan oksigen pada saat malam hari. “Karena kita tau bersama fitoplankton melakukan fotosintesis pada siang dan malam hari mengkonsumsi oksigen dan pembakarannya co2 karbondioksida,” jelasnya.

Sementara itu, pada sample ikan yang ada di masyarakat sebagian besar pada penutupan insang, ditutupi oleh ginodium. Jadi kesimpulannya sudah terbukti secara ilmiah bahwa jenis fitoplankton yang melimpah di Sibolga adalah jenis dinoflagelata dari spesies ginodium.

“Yang paling sederhana kita lakukan saat ini adalah membiarkan alga berkumpul disuatu titik karena dinoflagelata bersifat fototastis positif maka akan aktif bergerak pada saat sinar matahari terik dan mereka akan melakukan fotosintesis mendekati permukaan air,” urainya.

Baca Juga :  Pelindo Regional 1 Belawan Salurkan 5 Ekor Sapi Kurban untuk Masyarakat Sekitar Pelabuhan

Dijelaskannya, ada 3 indikator yang sudah dihitung dilapangan. Pertama sadenitas perairan Sibolga hanya 24-26. Logikanya untuk berkembang secara baik ikan-ikan nya harus memiliki sadenitas 28 sampai 32.

Yang ke 2 suhu meningkat sebesar 33 derajat celcius, logikanya untuk perairan maksimal 31, jadi peningkatan suhu tentunya akan menyebabkan semakin rendahnya jumlah oksigen dalam air, mudah-mudahan berkat dukungan LHKP berkerjasama nanti dengan STP metode yang saya tawarkan adalah metode sweeping.

“Kita sudah coba menyedot permukaan air dari jam 10 sampai jam 2 siang dengan penyaringan Planktonnet kalau sudah di saring selama 2 hari. Saya yakin jumlah dinoflagelata akan menurun dan permasalahan masyarakat ini akan bisa kita atasi,” pungkasnya.

Ditambahkannya, Sekolah Tinggi Perikanan (STP) Sibolga, sudah melakukan penelitian 3 hari terakhir. “Kami melakukan penyelaman untuk mengambil indikator fisika berupa suhu dan dasenitas dan indikator biologi berupa nilai kelimpahan termasuk juga kelarutan oksigen di dalam air ternyata di dasar air saat siang itu tidak berbeda dengan di permukaan. Dan dinoflagelata pada umumnya bergerak secara masif itu di permukaan dari pukul 10 sampai 2 siang pada saat matahari terik,” timpal Lucian Pahala Sitanggang.(dp)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Komentar