LINTAS SUMUT | TAPTENG
Setelah Pj Bupati Tapteng Dr Sugeng Riyanta,SH.MH memimpin Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara ternyata aksi bersih-bersih yang dilakukannya membuat masyarakat semakin percaya bahwa kinerja Sugeng tidak diragukan lagi.
Setelah kasus Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dan Jasa Pelayanan (Jaspel) dibongkar Sugeng semakin kuat kepercayaan ditengah masyarakat bahwa Roda pemerintahan dijalankan dengan mengikuti prinsip-prinsip pengelolaan yang baik, seperti transparansi (keterbukaan), akuntabilitas, partisipatif dan berkeadilan.
Tidak salah juga apa yang dilakukan Pria kelahiran Kulon Progo 4 November 1972 ini masih banyak kelompok yang menjadi gerah bahkan berhati-hati atas gebrakan melalui prinsip Good Governance and Clean Government yang dilakukan Sugeng saat ini.
Sementara, pada Selasa, 30 Januari 2023 terbit di media online menyebutkan bahwa Pj Bupati Sugeng Riyanta diragukan akan integritasnya sebagai seorang pemimpin di Tapanuli Tengah dan informasi tersebut juga beredar di media sosial mengungkap rekam jejaknya, Sugeng menggunakan jabatannya untuk kepentingan tertentu disebut dalam akun Facebook ‘Anaktapteng Doau’. mengungkap rekam jejak Sugeng Riyanta saat menjabat Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) di Kejaksaan Tinggi Riau.
Atas berita yang sudah beredar, justru ditanggapi Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Provinsi Bangka Belitung (Babel) ini dengan santai. Sugeng menyebutkan, bahwa informasi itu tidak benar adanya yang merupakan fitnah. Bahkan Sugeng telah memprediksi sebelumnya akan adanya fitnah tersebut dan itu hal yang lumrah sebagai sebuah resiko dari pilihan kebijakan sebagai Pj Bupati Tapteng.
“Pasti kebijakan dan keputusan saya disamping membahagiakan sebagian warga Tapteng, juga pasti membuat marah dan tidak suka pihak yang merasa dirugikan. Postingan fb dari akun tidak jelas itu jelas mewakili perasaan pihak yang merasa dirugikan dari kebijakan dan keputusan saya,” kata Pj Bupati Tapteng, Selasa (30/1/2023) sore.
Selain muatannya fitnah dikatakan Sugeng, Tapi ada hal yang lucu dari fitnah tersebut. Yang lucu itu terkait disebut. “Bahwa saya dan istri tahu tentang CV. Yatnosons dan seseorang yang bernama Teni. Ya jelas tahu dong, karena CV. Yatnosons itu perusahaan di solo milik dari kakak ibu mertua saya yaitu Pakde Suyatno Luhur, sedangkan Teni itu kakak sepupu istri saya. Makanya ketika saya dan istri membaca tulisan itu, kami berdua ketawa bareng. Tentang katanya saya tidak beres saat nangani perkara di Kabupaten Pelalawan ketika menjabat Aspidsus, silahkan dikonfirmasi temen-temen pers di Riau. Semua ini membuktikan bahwa yang menulis status fb itu, pikniknya kurang jauh ha ha,” ujarnya santai.
“Dibandingkan dengan fitnah dan serangan yang ditujukan kepada Rasulullah Muhammad SAW saat berjuang membebaskan kota Makkah dari jaman kegelapan era jahiliyah, fitnah yang ditujukan pada saya ini mah enteng dan kecil banget. Jadi terserah masyarakat saja yang menilai, masyarakat sudah pintar dan bijaksana kok. Its simple that, ok,” ungkapnya.(ded)








Komentar