LINTASSUMUT.COM, TAPTENG | Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tapanuli Tengah tentang Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025 pada Selasa (24/9/2025) mendadak memanas. Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, menanggapi pandangan fraksi dengan gaya retoris yang tajam, bahkan disertai ancaman hukum.
Dalam jawabannya, Masinton menegaskan perubahan APBD yang diajukan pemerintah daerah bukanlah “katanya” atau gosip politik, melainkan produk hukum yang berlandaskan Permendagri. Ia juga menepis isu pembangunan jogging track dan penataan sempadan pantai sebagai bentuk penggusuran.
“Pemerintah daerah memastikan pembangunan yang manusiawi, tidak menggusur, tapi menggeser dan menata. Maka kita siapkan tempatnya,” tegas Masinton.
Terkait mutasi PNS, Bupati menolak tudingan adanya politik atau transaksi uang. Ia bahkan menyindir keras satu fraksi yang dinilainya tidak senang dengan kebijakan tersebut. “Saya tahu ada satu fraksi yang tidak suka, tidak masalah. Saya semakin ditekan, semakin asik,” ucapnya lantang.
Bagian paling tegas, Masinton memperingatkan agar kritik DPRD tidak melewati batas. Menurutnya, tuduhan atau fitnah yang dilempar ke publik akan dibawa ke ranah hukum.
“Selesai pembahasan P-APBD ini, mohon maaf, laporan-laporan fitnah akan kita bawa ke kejaksaan. Kritik boleh, tapi kalau sudah jadi ujaran kebencian, itu bab lain,” tegasnya.
Rapat paripurna yang seharusnya fokus pada pembahasan kebijakan anggaran, akhirnya berubah menjadi arena sindiran politik terbuka. Meski demikian, Masinton tampak percaya diri menghadapi tekanan, sambil menutup pernyataannya dengan kalimat khas: “Semakin ditekan, semakin asik.”(ded)










Komentar