LINTASSUMUT.COM, TAPTENG |
Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan dan mendorong produktivitas sektor pertanian, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sibolga melaksanakan penanaman perdana padi varietas Gajah Mada Gogo Rancah Tujuh (Gamagora 7) di Kecamatan Sorkam Barat, Kabupaten Tapanuli Tengah, pada Rabu (15/10/2025).
Kegiatan ini menjadi langkah nyata sinergi antara BI Sibolga dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah dalam mendukung peningkatan produksi pangan daerah, khususnya komoditas padi.
Acara tersebut turut dihadiri Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu, Wakil Bupati Mahmud Efendi Lubis, Kepala Perwakilan BI Sibolga Riza Putera, Kadis Pertanian Jinto Siburian, Kadis Perikanan dan Kelautan M. Ridsam Batubara, Camat Sorkam Barat Nisa Marbun, serta berbagai perwakilan kelompok tani, pesantren, dan tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Bupati Masinton Pasaribu menegaskan bahwa masa depan ekonomi masyarakat Tapanuli Tengah bertumpu pada sektor pertanian.
“Pembangunan program pertanian harus terintegrasi agar hasilnya meningkat dan petani kita bisa sejahtera,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BI Sibolga Riza Putera menjelaskan bahwa pihaknya berkomitmen mengembangkan klaster pangan strategis dari hulu ke hilir melalui pendampingan menyeluruh bagi kelompok tani binaan.
“Bank Indonesia menjalankan berbagai program end to end, mulai dari capacity building, business matching pembiayaan, hingga hilirisasi berbasis best practice,” tutur Riza.
Berdasarkan data BPS 2024, luas lahan tanam padi di Tapanuli Tengah mencapai 12.000 hektare, menempatkan daerah ini di urutan ke-13 di Sumatera Utara. Namun, produktivitasnya masih relatif rendah — hanya 3,95 ton per hektare, jauh di bawah rata-rata provinsi yang mencapai 5,25 ton per hektare.
Dengan harga gabah kering panen sekitar Rp6.500/kg, petani di Tapanuli Tengah rata-rata hanya memperoleh keuntungan sekitar Rp6 juta per hektare dalam empat bulan, angka yang tergolong rendah untuk usaha tani padi.
Melalui program penanaman perdana padi varietas Gamagora 7 di lahan seluas 2 hektare ini, BI Sibolga dan Pemkab Tapanuli Tengah berharap dapat meningkatkan produktivitas hingga lebih dari 50% serta menjadikannya pilot project pertanian berdaya saing tinggi di wilayah barat Sumatera Utara.
“Kolaborasi ini bukan hanya untuk meningkatkan produksi beras lokal, tetapi juga memperkuat ekonomi daerah dan menjaga stabilitas harga pangan,” pungkas Riza Putera.
Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen bersama antara Bank Indonesia dan Pemerintah Daerah dalam membangun kemandirian pangan dan kesejahteraan petani Tapanuli Tengah.(ded)













Komentar