Lintassumut.com, Tapteng | Semangat menjaga lingkungan sekaligus mendukung pemulihan kawasan terdampak bencana diwujudkan Srikandi PLN Indonesia Power UBP Labuhan Angin melalui Aksi Hijau Penanaman Pohon di Kelurahan Sipange, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Kegiatan yang digelar Kamis, 27 Agustus 2026, tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Kabupaten Tapanuli Tengah dengan mengusung tema “Tapanuli Tengah Sahata Saoloan, Merawat Alam Memulihkan Kehidupan.”
Aksi penghijauan ini menjadi langkah nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya di kawasan yang terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor. Penanaman pohon diharapkan dapat membantu memperkuat fungsi lingkungan, mempertahankan kawasan hijau, sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga alam.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu, S.H., M.H., Wakil Bupati Tapanuli Tengah Mahmud Efendi beserta jajaran, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua TP PKK Tapanuli Tengah Ny. Rismawaty Masinton Pasaribu, Staf Ahli I TP PKK Ny. Masnoni Mahmud Efendi, ASN, serta masyarakat.
Kehadiran pemerintah daerah, unsur Forkopimda, perusahaan dan masyarakat menunjukkan adanya kolaborasi dalam mendukung pemulihan lingkungan pascabencana.
Bagi Srikandi PLN Indonesia Power UBP Labuhan Angin, kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan di sekitar wilayah operasionalnya.
Melalui aksi penghijauan tersebut, masyarakat juga diajak menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai gerakan bersama. Pohon yang ditanam bukan hanya diharapkan memberikan manfaat bagi ekosistem dalam jangka panjang, tetapi juga menjadi simbol harapan dalam proses pemulihan masyarakat pascabencana.
Tema “Tapanuli Tengah Sahata Saoloan, Merawat Alam Memulihkan Kehidupan” menjadi pesan bahwa menjaga lingkungan membutuhkan keterlibatan dan kepedulian berbagai pihak.
Dari Kelurahan Sipange, gerakan penanaman pohon tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat berkembang menjadi gerakan bersama dalam merawat alam dan mendukung terwujudnya Tapanuli Tengah yang lebih hijau dan lestari.
(ded)













Komentar