LINTASSUMUT.COM, GUSIT |
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sibolga bersama Pemerintah Daerah se-Kepulauan Nias melaksanakan penanaman cabai merah serentak sebagai upaya menjaga stabilitas harga pangan dan mengendalikan inflasi daerah. Rabu (10/09/2025) kemarin
Sebanyak 150 petani dari enam kelompok tani binaan BI Sibolga terlibat dalam program Demonstration Plot (Demplot) Pertanian dengan total lahan 3 hektar. Panen raya ditargetkan pada November – Desember 2025 dengan produksi 36 – 40 ton, yang diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan cabai masyarakat Gunungsitoli dan sekitarnya.
Kepala Perwakilan BI Sibolga, Riza Putera, menegaskan cabai merah selama ini menjadi salah satu penyumbang inflasi utama.
“Program ini tidak hanya menekan fluktuasi harga, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan melalui pemberdayaan kelompok tani lokal,” ujar Reza. Selasa (16/09/2025)
Sementara Wali Kota Gunungsitoli
Sowa’a Laoli, S.E., M.Si menilai inisiatif ini sejalan dengan upaya pemerintah mewujudkan kemandirian pangan.
“Keberhasilan program diharapkan berdampak langsung pada ekonomi petani dan stabilitas harga pasar,” ucapnya.
Selain itu, Bulog berperan dalam menyerap hasil panen petani melalui mekanisme Serap Produksi Petani Lokal, sementara BPS mendukung dengan pemantauan dampak kegiatan terhadap inflasi daerah.
Dengan sinergi lintas sektor ini, diharapkan inflasi di Kepulauan Nias dapat terkendali sekaligus memberi manfaat nyata bagi petani dan masyarakat.(Ded)







Komentar