LINTASSUMUT.COM, GUSIT | Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga menggelar High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (HLM TPID) Se-Kepulauan Nias di Gunungsitoli, Rabu (10/9/2025).
Kegiatan Forum tersebut mengangkat tema “Perkembangan Inflasi dan Sinergi Mendorong Ketahanan Pangan di Wilayah Kepulauan Nias” sebagai upaya bersama mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Dalam acara ini dibuka langsung oleh Wali Kota Gunungsitoli, Sowa’a Laoli, didampingi Bupati Nias Selatan Sokhiatu Laia, Wakil Bupati Nias Utara Yusman Zega, serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Nias melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Nasochi Gulo. Hadir pula perwakilan dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kepulauan Nias.
Dalam sambutannya, Wali Kota Sowa’a Laoli menegaskan bahwa inflasi dan ketahanan pangan merupakan dua isu strategis yang langsung berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
“Pengendalian inflasi serta penguatan ketahanan pangan adalah tantangan sekaligus peluang besar. Pemerintah daerah harus berkolaborasi untuk memastikan harga tetap stabil dan pasokan pangan mencukupi demi terwujudnya ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Kepala Perwakilan BI Sibolga, Riza Putera, turut menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan yang telah bersinergi menjaga stabilitas harga. Forum ini juga menghadirkan narasumber dari berbagai instansi, di antaranya Kepala BPS Gunungsitoli Elijoi N dan Kepala Bulog Gunungsitoli M. Kohirudin. Peserta forum melibatkan OPD se-Kepulauan Nias, gabungan kelompok tani, hingga kalangan mahasiswa.
Melalui forum ini, disepakati sejumlah langkah strategis bersama, yaitu:
1. Menyusun strategi dan action plan terpadu dalam upaya pengendalian inflasi di Kepulauan Nias.
2. Mempersiapkan Kepulauan Nias menuju swasembada pangan strategis, seperti bawang merah, cabai merah, dan beras, guna menjaga pasokan.
3. Melaksanakan aksi kolaboratif antara BI dan pemerintah daerah, mulai dari operasi pasar murah di berbagai titik hingga demonstration plotting di 5 kota/kabupaten dengan total lahan 3 hektare. Program ini ditargetkan mampu menghasilkan 40 ton cabai merah.
Riza Putera menegaskan komitmen BI untuk terus mendukung pembangunan ekonomi di Kepulauan Nias.
“Bank Indonesia akan selalu hadir melalui sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah serta seluruh pemangku kepentingan. Tujuannya jelas, memastikan stabilitas harga dan memperkuat ketahanan pangan demi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Dengan berbagai langkah tersebut, Kepulauan Nias diharapkan dapat semakin mandiri dalam penyediaan pangan strategis sekaligus mampu menjaga kestabilan harga di tengah dinamika ekonomi nasional. (Ded)







Komentar